SuaraRiau.id - Tragedi speedboat terbalik di perairan Indragiri Hilir pada Kamis (27/4/2023) menewaskan belasan penumpang dan sembilan orang masih dalam pencarian.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih mencari korban hilang akibat kecelakaan kapal rute Tembilahan ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Diketahui, speedboat naas tersebut membawa 70 lebih penumpang.
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal memastikan polisi akan mendalami penyebab kecelakaan kapal SB Evelyn Calisca 01 dengan tujuan Tanjungpinang itu.
Kapolda Iqbal menyatakan hal tersebut sebelum bertolak ke Indragiri Hilir, Jumat (28/4/2023) pagi.
"Prinsipnya jika insiden ini diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum, seperti kelebihan muatan (overload) dan sebagainya, kita akan melakukan penyelidikan dan ditindak tegas," kata Iqbal.
Ia mengungkapkan jika hingga kini puhaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terkait insiden ini.
“Jika ditemukan perbuatan melawan hukum, akan kami sikat dan kami periksa awak-awak kapalnya,” jelas Iqbal.
Kapolda Riau bersama Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan akan memeriksa kondisi di lapangan terkait kecelakaan kapal itu.
"Bersama Pak Danrem, saya ingin memastikan bahwa penanganan oleh Polri, TNI dan stake holder lain maksimal. Memberikan bantuan, medis, serta mengevakuasi yang masih tersisa. Perkembangan satu yang belum ketemu. Kita juga ingin memotivasi personel," katanya.
Sebelumnya, speedboat Evelyn Calisca 01 mengalami kecelakaan pada Kamis (27/4/2023) sekitar pukul 13.40 di perairan perbatasan antara Kecamatan Kateman dan Pulau Burung.
Speedboat tersebut bertolak dari Pelabuhan Pelindo Tembilahan, Indragiri Hilir, menuju Tanjungpinang. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemenhub Evakuasi Korban Speedboat Terbalik di Perairan Indragiri Hilir
-
Tiga Jenazah Korban Kecelakaan Kapal di Indragiri Hilir Dibawa ke Tanjungpinang
-
Speedboat Terbalik di Indragiri Hilir: 11 Meninggal, 9 Penumpang Masih Hilang
-
Kecelakaan Speedboat di Indragiri Hilir: 12 Tewas, Penumpang Hilang Masih Dicari
-
Kecelakaan Speedboat di Perairan Indragiri Hilir, Lima Penumpang Tewas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih
-
Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar