SuaraRiau.id - Kasus penganiayaan mahasiswa yang merupakan wakil BEM FISIP Universitas Riau (Unri) memasuki babak baru.
Dua tersangka penganiayaan lain itu akhirnya memenuhi panggilan Polsek Tampan Pekanbaru setelah sempat beberapa saat mangkir, Senin (20/2/2023).
Wakapolsek Tampan AKP Selamet membenarkan terduga telah memenuhi panggilan dan kini masih dalam proses pemeriksaan sebagai saksi.
Adapun tiga orang yang telah dipanggil yaitu YS, RM dan MH.
Selanjutnya, Kanitreskrim Polsek Tampan akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk mengetahui keterlibatan keduanya dalam perkara ini.
"Kita tunggu hasil gelar perkaranya dulu," sebut Selamet kepada Antara.
Sebelumnya diketahui, Ketua nonaktif BEM FISIP Unri, G ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi usai diduga menganiaya wakilnya, RMS di lingkungan kampus beberapa waktu lalu.
Tersangka G diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka serta gegar otak ringan.
Kapolsek Tampan I Komang Aswatama menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat dilakukannya unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa termasuk tersangka G di Gedung Rektorat Unri.
Korban dianiaya saat aksi penolakan pelantikan Wakil Dekan III FISIP. Belum diketahui apa penyebabnya hingga G dan temannya tiba-tiba mengeroyok RMS.
Saat ini, pihak G telah mengajukan penangguhan penahanan kepada Polsek Tampan. (Antara)
Berita Terkait
-
Fakta Baru! Ternyata Mario Dandy Kirim Video saat Aniaya David Ozora ke Rekan Sekolah Disertai Narasi Menantang
-
Ketua BEM FISIP Unri Ditangkap Terkait Pengeroyokan Mahasiswa, Tiga Masih DPO
-
Kronologi Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa oleh Massa Demo di Rektorat Unri
-
Mahasiswa FISIP Unri Dipolisikan Dosen Nonaktif Terkait Pencemaran Nama Baik
-
Giliran Wakil Rektor Unri Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Rektor Unila
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Kasus Suap Suhardiman Amby, KPK Ungkap Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali
-
Anggota Polda Riau Diminta Hati-hati Bermedsos, Hindari Unggahan Pemicu Polemik
-
Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota
-
Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik