Karena, kata Novi, dia hanya tahu suaminya suka berburu babi lalu menjualnya untuk menambah pundi ekonomi keluarganya.
"Tanah rumah ini masih kredit, rumah kami beginilah bentuknya," ujarnya.
Keseharian TH, lanjut Novi, bekerja sebagai tukang singso atau olah kayu. Itupun kalau ada orderan. Jika tidak, untuk mengisi waktu yang kosong menambah pendapatan ekonomi suaminya berburu babi dan menjualnya ke orang cina.
Suaminya, tambah Novi, orang yang humoris. Setiap hari pulang ke rumah, tak pernah tak pulang. Jika pulang kerja, TH langsung bermain dengan dua orang buah hatinya yang masih balita.
Sempat mendengar kabar miring dari orang lain, bahwa suaminya terlibat jaringan. Kalimat itu membuat hati Novi semakin teriris.
"Mas TH diisukan orang terlibat aneh-aneh. Sedih saya. Mas TH bukan seperti itu," beber Novi terisak.
Novi bercerita keseharian TH, selain sosok bapak yang humoris, TH bukan orang yang suka membahas hal keagamaan atau kenegaraan.
Tak ada buku bacaan yang aneh-aneh di rumahnya. Menonton televisi pun hanya menonton kartun kesukaan anaknya.
"Mas TH itu biasa aja, gak ada bahas-bahas keagamaan, politik, kalaupun nonton televisi paling nonton upin dan ipin, HP nya saja hanya Nokia lama saja, bukan android," ucap Novi.
Suaminya itu tidak pernah tidak pulang ke rumah, meski malam hari pulang berburu, TH pas pulang ke rumahnya.
"Gak pernah Mas TH tak pulang ke rumah, meski larut malam pulang berburu, pasti mas pulang," kenang Novi.
Setahu Novi, senjata itu memang digunakan TH untuk berburu, tak ada digunakan untuk yang lainnya.
"Senjata itupun memang untuk berburu, tidak ada niatan lainnya," beber Novi.
Novi berharap, suaminya bisa kembali ke pelukannya dan bisa kembali mengisi waktu bersama dua buah hatinya.
Berat hati Novi menerima kenyataan ini. Pun demikian, Novi berharap agar suaminya dapat keringanan hukuman.
Berita Terkait
-
Kata BBKSDA Riau Terkait Jejak Harimau di Belakang Pemukiman Warga Siak
-
Geger Jejak Harimau di Pemukiman Tengah Kota, Warga Siak Diminta Waspada
-
Kelompok Diduga Geng Motor Pekanbaru Diciduk, Kebanyakan Pelajar
-
Polda Riau Buru Penyebar Hoaks Video Pria Berlumuran Darah Korban Geng Motor
-
Mabes Polri: Kasus Hukum Jual Beli Senjata Api Ilegal Anton Gobay Ditangani Kepolisian Filipina
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya
-
11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL
-
Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang