SuaraRiau.id - Seorang suami tega habisi nyawa istrinya lalu mayat dibuang ke Sungai Siak, Siak. Jasad korban bernama Santi Khofifah (41) ditemukan mengapung beberapa waktu lalu.
Terungkapnya kasus pembunuhan tersebut terungkap bermula dari kejanggalan dalam kasus penemuan mayat mengapung di Sungai Siak, Kecamatan Tualang.
Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja mengatakan sang suami Sorianto Tambunan (47) adalah pelaku pembunuhan dan berhasil ditangkap di Sumatera Utara (Sumut).
Kapolres Ronald menjelaskan bahwa pelaku dan korban adalah pasangan suami istri yang menikah siri sejak April 2021 di Duri, Bengkalis.
Pada tahun 2022, kata Ronald, pelaku dan korban tidak lagi tinggal serumah karena diduga Santi Khofifah memiliki hubungan dengan orang lain. Setelah itu, korban meminta kepada pelaku untuk diantarkan ke Pekanbaru.
"Di dalam mobil setelah korban terlihat sudah tertidur, si pelaku langsung membunuh korban dengan cara memukul kepala korban menggunakan besi dan kemudian dicekik serta melilit leher korban menggunakan safety belt di dalam mobil," beber Ronald.
Setelah dipastikan tak bernyawa, lalu pelaku membuang jasad korban ke Sungai Siak dari atas Jembatan Tualang.
"Setibanya di atas Jembatan Maredan, pelaku langsung membuang jenazah korban dari atas jembatan dan meninggalkan lokasi untuk untuk melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya jenazah korban ditemukan oleh warga mengapung di permukaan sungai," sebutnya.
Dikatakan Ronald Sumaja bahwa pengungkapan ini berawal dari penemuan mayat korban di Sungai Siak pada Minggu (30/10/2022) lalu.
“Bermula dari laporan warga yang memancing di Sungai Siak. Dia menemukan mayat wanita mengapung saat itu,” terang Kapolres.
Berdasarkan laporan itu Polsek Tualang dan Polairud Polres Siak datang ke lokasi penemuan dan mengevakuasi korban.
“Setelah dievakuasi korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk di visum. Dari hasil outopsi ditemukan bahwa korban meninggal dengan tidak wajar,” lanjutnya.
Setelah proses outopsi usai, tambah Kapolres Ronald, Satreskrim Polres Siak langsung memfasilitasi pengiriman jenazah korban ke Bekasi, Jawa Barat.
“Keluarganya tidak punya biaya. Jadi kami bantu untuk membawa jenazah korban kepada keluarganya di Bekasi,” bebernya.
Selanjutnya , tim langsung menyelidiki siapa yang membunuh Santi. Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang diperoleh polisi, semuanya mengarah kepada suami korban yang bernama Sorianto Tambunan.
Berita Terkait
-
Suami Bunuh Istri gegara Sakit Hati, Mayat Dilempar ke Sungai Siak dari Jembatan
-
Fakta-fakta Penemuan Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Sudah Tak Makan-Minum 3 Minggu
-
Sakit Hati Diputus Cinta, Pria Habisi Nyawa Gadis di Solok
-
Sejumlah Bangunan di Teluk Masjid Siak Porak-poranda Dihantam Puting Beliung
-
Ribuan Warga 6 Kecamatan di Siak Terdampak Banjir, Ada Balita dan Anak Sekolah
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
Viral Disangka Maling, Pria Terlantar asal Sumut Dijemput Dinas Sosial Pekanbaru
-
BRI Setujui Dividen Jumbo Rp52,1 Triliun, Kinerja Solid Jadi Penopang