SuaraRiau.id - Kasus tewasnya seorang warga di Pulau Rupat, Bengkalis menyeret anggota Bhabinkamtibmas. Hal itu bermula oknum polisi Bripka AH memerintahkan sejumlah warga untuk menangkap DPO kasus pencurian Berinisial H.
DPO H dianggap meresahkan warga. Namun, perintah Bripka AH berbuntut panjang lantaran warga suruhannya malah menganiaya rekan H, Al Farid.
Al Farid yang saat itu berboncengan dengan H menggunakan sepeda motor dipukul di bagian kepala dan dilempar tandan sawit oleh orang suruhan Bripka AH.
Akibatnya, Al Farid tewas setelah menjadi bulan-bulanan warga. Sayangnya, kabar kematian korban dipalsukan sebagai korban kecelakaan lalu lintas.
Keluarga korban hanya mendengar putranya tewas akibat kecelakaan lalu lintas tinggal. Belakangan, muncul dugaan bahwa Al Farid tewas bukan dikarenakan laka lantas.
Pihak keluarga lantas meminta korban diautopsi ulang. Kemudian terungkap, ada bekas pukulan benda tumpul di tubuh korban.
Hasil autopsi tersebut semakin menguatkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan Al Farid tewas.
Kasus kecelakaan menjelma jadi penganiayaan. Setelah penyelidikan panjang, Polres Bengkalis akhirnya menetapkan dua orang tersangka karena terlibat penganiayaan. Keduanya Faizal alias Ijal Tuyul dan Ismail alias Mail.
Sedangkan Bripka AH yang memberikan perintah untuk melakukan penangkapan yang berujung penganiayaan terhadap korban dinyatakan melanggar kode etik Polri.
Bripka AH akhirnya diperiksa Polres Bengkalis. Dari hasil pemeriksaan, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan, mengatakan Bripka AH telah melanggar kode etik Polri.
"Bripka AH melakukan pelanggaran kode etik. Proses dan hukum seberat-beratnya," ujar Kombes Asep kepada Riaonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis, 27 Oktober 2022.
Ia mengungkapkan bahwa, perintah melakukan penangkapan yang dilakukan oleh Bripka AH sangat tidak tepat.
"Bukan kerjaannya memerintah melakukan penangkapan. Sudah ada petugas yang diatur dalam Undang-Undang untuk melakukan hal itu," papar Asep.
Namun, keluarga korban melalui kuasa hukum, Sabarudin, merasa masih ada yang tidak beres dalam kasus ini. Polres Bengkalis akhirnya melakukan rekonstruksi ulang di Mapolres Bengkalis, Senin, 31 Oktober 2022.
Dari hasil rekonstruksi polisi menetapkan tersangka ketiga, yakni Samsul alias Gong.
Berita Terkait
-
Cuma Karena Tegur Pemotor Ngebut, Seorang Pria Dianiaya dan Ditikam
-
Pria Arogan Tempeleng Sopir di Palembang Setelah Ditegor Terobos Macet Ditangkap, Mengaku Kesal Istri Dihina
-
Skenario Keji Hendra dan Susiani Bakar ODGJ demi Mendapat Klaim Asuransi
-
Terjatuh dari Sepeda Motor, Siswi SMA Tewas Digilas Truk di Binjai
-
Sadisnya Hendra dan Susiani, Bakar ODGJ Demi Klaim Asuransi Jiwa untuk Bayar Utang
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak