- Seorang wanita warga Siak diduga menjadi korban Perdagangan Orang.
- Korban dikabarkan dalam kondisi memprihatinkan di rumah sakit Kamboja.
- Polda Riau telah memulai melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
SuaraRiau.id - Seorang wanita berinisial SS (22) warga Kabupaten Siak, dilaporkan terjebak dalam situasi berbahaya di Phnom Penh, Kamboja, setelah sebelumnya berpamitan untuk bekerja di Malaysia.
Direskrimum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua mengatakan pihaknya telah memulai penyelidikan awal terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut.
"Berdasarkan pengakuan keluarga, korban saat itu merasa tenang karena memiliki rekan kerja bernama Bram Silitonga yang telah menantinya di negara jiran tersebut," ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Kisah tragis ini bermula pada 12 Desember 2025, saat korban memutuskan mengadu nasib ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Pada Januari 2026, SS mengabarkan bahwa dirinya sedang sakit dan posisi terakhirnya bukan lagi di Malaysia, melainkan telah berpindah ke Phnom Penh, Kamboja.
Kondisi kesehatan SS dikabarkan terus merosot drastis hingga ia kehilangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuhnya.
Informasi yang diterima keluarga menyebutkan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di ibu kota Kamboja tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan.
Hasyim, mengatakan saat ini polisi mengumpulkan informasi dari keluarga korban di Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam.
Di tengah kondisi kesehatan korban yang menurun, muncul intimidasi dari pihak yang mengaku sebagai rekan korban.
Pria tersebut terus-menerus memeras keluarga korban dengan meminta sejumlah uang pengobatan, bahkan melontarkan ancaman keji bahwa SS akan disuntik mati jika permintaan uang tersebut tidak segera dipenuhi.
"Menanggapi situasi ini, kami tengah mendalami apakah kasus ini murni TPPO ataukah bagian dari sindikat scam internasional," jelasnya.
Penempatan kerja non-prosedural di luar negeri memang sering kali menjadi pintu masuk bagi praktik eksploitasi yang mengancam keselamatan nyawa warga negara Indonesia.
Saat ini, Polda Riau tengah menggalang koordinasi dengan instansi terkait dan otoritas lintas negara guna melacak keberadaan pasti SS dan menjamin keselamatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru