Eko Faizin
Kamis, 05 Maret 2026 | 11:53 WIB
Ilustrasi - Wanita Warga Siak Korban Scam, Kondisinya Memilukan di Rumah Sakit Kamboja [Ist]
Baca 10 detik
  • Seorang wanita warga Siak diduga menjadi korban Perdagangan Orang.
  • Korban dikabarkan dalam kondisi memprihatinkan di rumah sakit Kamboja.
  • Polda Riau telah memulai melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

SuaraRiau.id - Seorang wanita berinisial SS (22) warga Kabupaten Siak, dilaporkan terjebak dalam situasi berbahaya di Phnom Penh, Kamboja, setelah sebelumnya berpamitan untuk bekerja di Malaysia.

Direskrimum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua mengatakan pihaknya telah memulai penyelidikan awal terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut.

"Berdasarkan pengakuan keluarga, korban saat itu merasa tenang karena memiliki rekan kerja bernama Bram Silitonga yang telah menantinya di negara jiran tersebut," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Kisah tragis ini bermula pada 12 Desember 2025, saat korban memutuskan mengadu nasib ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Pada Januari 2026, SS mengabarkan bahwa dirinya sedang sakit dan posisi terakhirnya bukan lagi di Malaysia, melainkan telah berpindah ke Phnom Penh, Kamboja.

Kondisi kesehatan SS dikabarkan terus merosot drastis hingga ia kehilangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuhnya.

Informasi yang diterima keluarga menyebutkan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di ibu kota Kamboja tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan.

Hasyim, mengatakan saat ini polisi mengumpulkan informasi dari keluarga korban di Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam.

Di tengah kondisi kesehatan korban yang menurun, muncul intimidasi dari pihak yang mengaku sebagai rekan korban.

Pria tersebut terus-menerus memeras keluarga korban dengan meminta sejumlah uang pengobatan, bahkan melontarkan ancaman keji bahwa SS akan disuntik mati jika permintaan uang tersebut tidak segera dipenuhi.

"Menanggapi situasi ini, kami tengah mendalami apakah kasus ini murni TPPO ataukah bagian dari sindikat scam internasional," jelasnya.

Penempatan kerja non-prosedural di luar negeri memang sering kali menjadi pintu masuk bagi praktik eksploitasi yang mengancam keselamatan nyawa warga negara Indonesia.

Saat ini, Polda Riau tengah menggalang koordinasi dengan instansi terkait dan otoritas lintas negara guna melacak keberadaan pasti SS dan menjamin keselamatannya.

Load More