SuaraRiau.id - Seorang warganet ingatkan agar orangtua tak menggunakan simbol untuk penamaan bagi anaknya. Hal ini disampaikan pemilik akun @daffaalfalah_ dalam sebuah thread yang diunggah pada Senin (4/7/2022).
Pada thread tersebut, Daffa bercerita pengalamannya yang terkendala administrasi akibat namanya menggunakan simbol.
"JANGAN PERNAH NAMAIN ANAK ANDA DENGAN SIMBOL (titik, apostrop, dll) ATAU SINGKATAN SATU HURUF (misal: M. DAFFA). NANTI ANDA JADI KORBAN ADMINISTRASI SEPERTI SAYA," tulisnya.
Daffa mengaku, nama yang diberikan orangtuanya mengandung dua simbol. Sehingga dirinya sempat mengalami sebuah masalah saat akan membuat paspor.
"Akte, KK, ijazah SD-SMA, KTP, SIM dll milik saya; semua dokumen dalam negeri yg saya punya, semuanya bernama M. DAFFA AL-FALAH. Masalah terjadi ketika saya mau bikin paspor. Aturan imigrasi tidak boleh ada nama singkatan satu huruf maupun simbol selain abjad," paparnya.
Lantas, dirinya membuat paspor dengan nama Daffa Al Falah. Mulanya, hal ini tidak menjadi masalah besar. Namun masalah baru muncul saat dirinya melanjutkan pendidikan sarjana di luar negeri.
"Masalah berikutnya timbul krna saya S1 di LN. Ijazah S1 saya pun akhirnya ngikut paspor. Walhasil, dokumen indo saya berbeda dengan paspor dan ijazah S1. Mungkin ga problem kalo saya lanjut S2 LN. Tapi akan problem untuk LPDP," terangnya.
Daffa menjelaskan, lembaga pendidikan tinggi S2 di luar negeri akan berpatokan pada nama di paspor. Namun, Lembaga LPDP akan menyadari adanya perbedaan nama pada ijazah S1 miliknya dengan dokumen kependudukan.
"Walhasil, saya harus membuat keterangan bahwa M. DAFFA AL-FALAH dan DAFFA AL FALAH adalah org yg sama. Ke pengadilan," imbuhnya.
Dirinya mengatakan, proses yang harus dilalui cukup memakan waktu. Dirinya harus mengumpulkan sejumlah dokumen dan harus dilegalisir.
Setelah persyaratan administrasi tersebut dipenuhi, pihak pengadilan akan memeriksa berkas-berkas tersebut.
"Hakim belum tentu kabulin loh. Belum kalo kita bicara antrian pengajuannya. Saya mending ga ngantri karna di pengadilan kampung," paparnya.
Daffa mengingatkan agar warganet lainnya yang memiliki nama dengan menggunakan simbol agar segera mengganti dokumen kependudukannya.
"Perkara simbol dan huruf doang, jadi panjang begini. Tolong teman2 yg punya kenalan atau keluarga, termasuk juga yg udah punya anak tp namanya masih nyingkat atau ada simbol, PLIS MENDING UBAH AKTE SEKARANG SEBELUM NAMA ITU KEKAL DI IJAZAH. Dont be the next victim guys," kata Daffa.
Daffa juga meminta agar pemerintah membuat aturan terkait pemberian nama. Dirinya meminta agar peraturannya disamakan dengan aturan pembuatan paspor.
Berita Terkait
-
Sudah Disegel, Pemprov DKI Bakal Tetap Tarik Pajak Holywings Bulan Ini
-
3 Dokumen Syarat Mendaftar MyPertamina Untuk Beli Pertalite dan Solar
-
Gratis! Disdukcapil DKI Mulai Jemput Bola Ubah Data Warga yang Nama Jalannya Diubah Pada Rabu
-
Anies Pastikan Warga Ubah Nama Jalan di KTP Hingga Dokumen Sertifikat Tanah Gratis
-
CATAT Ubah Dokumen Administrasi Gratis karena Perubahan 22 Jalan di Jakarta
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL
-
Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta