SuaraRiau.id - Pendeta Saifuddin Ibrahim masih aktif membuat pernyataan kontroversial di kanal Youtube miliknya meski sudah ditetapkan tersangka penistaan agama.
Pendeta Saifuddin nampaknya tak takut lagi dengan ancaman apapun, walaupun ia kini tengah menjadi buronan Polri.
Saifuddin Ibrahim bahkan semakin tertantang untuk terus melakukan hal-hal yang mengundang keributan.
Ia baru-baru ini kembali mengunggah konten video mengaku sedang berlatih kemampuan menembaknya bersama tim FBI.
Sambil membawa pistol, Pendeta Saifuddin seolah ingin menyindir pihak kepolisian yang kini sedang dalam pengejaran untuk menangkapnya.
Pasalnya, unjuk kebolehan menembak itu diunggah Pendeta Saifuddin sesaat setelah Bareskrim Polri mengumumkan kalau pihak mereka telah berkoordinasi dengan interpol untuk melacak detail lokasinya yang saat ini diduga berada di Amerika Serikat.
Tak hanya pamer dilatih menembak oleh FBI, Pendeta Saifuddin lagi-lagi menyinggung soal orang-orang yang berseberangan dengannya. Ia dengan tegas mengatakan siap membasmi manusia yang tak mau hidup bersama Tuhan.
Pendeta lulusan Perbandingan Agama UMS ini tak ketinggalan menyindir kaum kadrun yang katanya cuma bisa hoax dan gibah dengan menamai judul videonya "FBI melatih saya menembak, nilai 9 bagus!!! Kalau Kadrun skill-nya apa? Selain dari Hoax dan Ghibah".
“Saya bersama FBI. Saya sekarang sedang mencari orang-orang yang tidak mau hidup dengan cara yang benar. Orang-orang yang tidak mau hidup bersama Tuhan. Itulah sasarannya,” ucap Saifuddin dikutip di kanal YouTube-nya, Kamis (28/4/2022).
Menurut Pendeta Saifuddin, latihan menembak yang ia jalani tersebut bertujuan membidik sasaran dengan tepat. Dalam kata lain, ia ingin mendoktrin orang-orang dengan firman Tuhan secara tepat.
“Saya sedang belajar menembak sasaran dengan tepat, agar tepat saat menginjili seseorang dengan firman Tuhan,” tegasnya dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com.
Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko membeberkan progres terbaru soal rencana penangkapan tersangka kasus penistaan agama Pendeta Saifuddin Ibrahim.
Kombes Gatot mengaku tim penyidik masih mengusut lokasi Pendeta Saifuddin yang diduga berada di Amerika Serikat.
“Masih diusut penyidik soal lokasinya. Sudah ditangani,” ujar Kombes Gatot kepada wartawan Senin, 25 April 2022 lalu.
Kombes Gatot juga menjelaskan kalau Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipisiber) Bareskrim Polri tengah berkoordinasi dengan interpol luar negeri untuk menangani kasus tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Ngaku Latihan Nembak Bareng FBI, Pendeta Saifuddin: Skill Kadrun Cuma Bikin Hoax
-
Lokasi Tersangka Penistaan Agama, Saifuddin Ibrahim Sudah Ketemu? Ini Kata Polisi
-
Pendeta Saifuddin Masih Bikin Onar, sang Anak Minta Tobat: Mau Surga atau Neraka
-
Viral Pendeta Saifuddin Sebut Gus Dur Tak Pernah Salat sejak Lengser Jadi Presiden
-
Berulah Lagi, Pendeta Saifuddin Minta Ustaz Abdul Somad Ditangkap: Baru Saya Diam
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu
-
Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan
-
Perlindungan Anak di Kuansing Disorot Staf Presiden, Pemkab Ungkap Kendala