SuaraRiau.id - Kasus investasi bodong kembali terungkap di Riau. Kali ini kasus tersebut berhasil diungkap jajaran Polresta Pekanbaru.
Dalam kasus investasi abal-abal produk minuman yogurt merek Cimory seorang warga tertipu hingga Rp 6 miliar oleh tersangka berinisial MA.
Sementara korban tak hanya satu orang dengan total kerugian puluhan miliar rupiah.
Menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pria Budi, peristiwa tersebut bermula pada bulan September dan Oktober 2021 di Kecamatan Bukitraya.
“Saat itu korban bernama Ela Diana melihat postingan pelaku inisial MA di medsos tentang produk minuman cimory,” jelas Kombes Pria Budi dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com Selasa (28/12/2021).
Ia menyampaikan bahwa korban yang tertarik dengan postingan pelaku kemudian menghubungi wanita MA untuk berinvestasi.
“Korban menghubungi pelaku, di sana pelaku merayu korban bahwa investasi ini punya keuntungan besar dengan bonus, begitu menggiurkan. Misalnya kita berinvestasi Rp 100 juta kita tunggu 14 hari kita dapat Rp 30 juta,” jelas Kapolresta Pekanbaru.
Lebih lanjut, Kombes Pria Budi mengatakan bahwa korban yang termakan rayuan pelaku kemudian berinvestasi ke produk minuman hampir Rp 6 miliar.
“Jumlah lebih kurang Rp 6 miliar, korban berjumlah 18 orang. Skemanya ponzi, sampai 18 korban ini tidak melihat ada keuntungan apalagi modalnya, sehingga Ela Diana melapor kan MA,” jelas dia.
Akibat perbuatannya, pelaku MA dijerat pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Sementara itu, kuasa hukum korban, Ahmad Yusuf menyebut bahwa kliennya melaporkan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap terduga pelaku berinisial MA.
Dugaan kejahatan yang dilakukan oleh MA adalah penipuan dan penggelapan uang yang dengan modus penjualan Yogurt Cimory dan Sosis Kenzler.
Menurutnya, penipuan yang dilakukan MA ini menggunakan praktek Skema Ponzi yang sangat berbahaya.
Tag
Berita Terkait
-
Pemenang Lelang Angkutan Sampah di Pekanbaru Mulai Bekerja Awal Tahun
-
Pria di Pekanbaru Nekat Rampok Warung, Hasilnya buat Beli Handphone Anak
-
SD di Pekanbaru Bakal Jadi Pusat Perbelanjaan, Siswa dan Orangtua Protes
-
Titik Rawan Macet di Pekanbaru Saat Natal dan Tahun Baru
-
Derai Air Mata Korban Investasi Bodong di Riau, Tertipu Rp 17 Miliar Lebih
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile