Kelompok masyarakat adat Sakai sendiri, kata Agar, juga ada kaitan eratnya dengan suku Pagaruyung dari ranah Minang hingga suku Melayu. Sebab, dari segi bahasa dominan memiliki kesamaan, meskipun kesamaan itu tidak keseluruhan.
"Memang saya belum meneliti ini, tapi Sakai dan Minang itu dalam bahasanya ada kesamaan, apalagi dengan Melayu. Sekitar 70 persen itu sama," ungkap magister sastra dan bahasa ini.
Dari segi bahasa tersebut, Agar mencontohkan bahwa yang memiliki kesamaan seperti; apo, yang artinya apa. Suku Sakai, Pagaruyung dan Melayu juga menggunakan kosa-kata itu.
"Yang beda itu misal kolo yang artinya sebentar lagi dan omput atau umur yang kecil. Ini cuma ada di Sakai," tuturnya.
Dalam tradisi pun demikian, ada hal-hal yang kaitannya erat dengan suku Pagaruyung tersebut. Namun itu juga tidak seutuhnya.
Agar Kalipke berharap, tradisi dan hutan yang tersisa di kawasan perbathinan Sakai ini tidak lagi terkikis. Menurutnya perlu kerjasama semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah pusat hingga tingkat RW dan RT.
"Kalau ada hutan yang sedikit ini tolong dipertahankan. Atau mungkin (ada hutan) di wilayah operasi Pertamina, jangan dibuat lokasi untuk di bor. Kita mohon, itu lagi yang tinggal untuk Sakai dan Riau," pintanya.
Di samping itu, Sakai juga menolak dicap tertinggal dan terasing, sebab seperti Agar Kalipke sendiri, ia merupakan orang Sakai yang bahkan pernah menjadi dosen di Universitas Hamburg. Keberangkatannya dimulai saat ia dibawa oleh seorang ilmuwan asal Jerman, Hans Kalipke pada 1982.
Saat itu, Hans melakukan penelitian mendalam tentang masyarakat adat suku Sakai di Provinsi Riau.
"Jadi saya harap ke depannya, semua elemen itu menyokong, baik untuk budaya, tradisi, hutan, rempah, alam dan segalanya. Jawa, Batak dan semua suku mari kita saling mendukung, karena ini budaya Nusantara. Ketahanan budaya kita pertahankan sama-sama, tanpa kerja sama, kalau sendiri-sendiri itu sulit," tuturnya.
Berita Terkait
-
Menjaga Kelestarian Hutan Adat: Upaya Masyarakat Kampung Friwen dalam Pemanfaatan Berkelanjutan
-
Bulog Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemkab Bengkalis, Bukti Komitmen Ketersediaan dan Keterjangkauan Komoditi
-
Fantastis! Uang Rampasan Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis Rp37,4 Miliar, KPK Setor ke Kas Negara
-
Youtuber Australia Dibully Habis-habisan usai Ejek Rempah-rempah di Makanan India Sebagai Kotoran
-
Setop Kasus Suap Surya Darmadi, KPK Ungkap Alasannya!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Pungut Retribusi Sampah secara Tunai di Pekanbaru Bisa Dilaporkan
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak