Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Selasa, 13 April 2021 | 09:26 WIB
Tangsi Belanda di Siak terpilih jadi situs sejarah terpopuler Riau. [Suara.com/Eko Faizin]

Dahulunya, lantai bawah bangunan tersebut pernah difungsikan sebagai kantor, dan lantai atas diperuntukkan sebagai asrama dan tempat tinggal tentara Belanda.

Di sebelah ujung selatan halaman dalam terdapat sisa-sisa bangunan (bangunan IV).

Kemudian di sebelah utara bangunan utama terdapat bangunan bekas gudang senjata (bangunan V) berukuran 6.7 x 6 meter.

Pada ujung barat halaman, juga terdapat sisa bangunan WC dan kamar mandi berukuran 6 meter persegi yang terdiri dari 3 ruangan.

Hal yang sangat unik dan khas dari Tangsi Belanda kata dia adalah ketika melihat struktur pondasi yang berbentuk setengah lingkaran dengan peletakan tiga sendi.

Teknologi arsitektural pada pondasi tangsi ternyata sangat mendekati bangunan kolonial di negara asalnya di Eropa.

Sementara itu, uniknya lagi pada tata letak bangunan menghadap sungai dan menerapkan konsep waterfront city, yang memungkinkan Belanda pada waktu itu mengintai kapal yang masuk dari muara Sungai Siak.

Tahun 2018 lalu, melalui Kementerian PUPR melaksanakan proyek revitalisasi pada Gedung A dan Gedung F, yang berada paling depan dan belakang kompleks tangsi.

Gedung F yang paling belakang dahulunya dijadikan tempat makan para tentara.

Kekinian, pada puncak Anugerah Pariwisata Riau Tahun 2021 sebanyak 11 kategori yang menerima penghargaan bergengsi dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau tahun 2021 dan salah satunya adalah Tangsi Belanda dalam kategori situs sejarah terpopuler.

Load More