SuaraRiau.id - Tim gabungan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Riau, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, dan perusahaan EMP Bentul Ltd belum bisa menutup lubang semburan gas bercampur lumpur di kompleks Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Ihsan, Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Riau, Indra Agus Lukman mengatakan, tim memantau kondisi sebelum melakukan tindakan teknis untuk menutup lubang.
Ia menuturkan bahwa kalau lubang itu buru-buru ditutup, maka dikhawatirkan semburan akan berpindah ke tempat lain.
"Kami lihat dua sampai tiga hari mendatang. Jika semburan semakin kecil dan kondisi memungkinkan tim akan akan mulai memasukkan alat dan melakukan penutupan," katanya.
"Rencana akan kami tutup dengan balok-balok cor-coran," ia menambahkan.
Indra memastikan semburan gas di kompleks Pondok Pesantren Al-Ihsan sudah tidak berbahaya lagi. Material yang keluar dari lubang semburan kini lebih banyak lumpur dan pasir.
Lubang semburan terlihat makin besar dan lumpur yang tersembur hampir mencapai atap asrama di pondok pesantren. Namun intensitas semburannya sudah berkurang dibandingkan sebelumnya.
"Diperkirakan diameter liang sumur sudah mencapai enam meter. Jika dilihat dari atas tampak kecil lantaran tertutup lumpur yang tingginya sudah hampir dua meter," ujar Indra.
Menurut dia, gas yang menyembur dari lubang sumur di pondok pesantren tersebut adalah gas rawa yang sering ditemukan di wilayah Riau.
Baca Juga: Sudah 29.521 Warga Riau yang Terpapar Positif Covid-19
"Kalau gas rawa dapat ditemui di 100 meter namun jika untuk gas nitrogen yang digunakan untuk industri ditemui di 200 meter lebih. Kalau gas rawa tidak bisa dikelola sebab biasanya dalam tiga hari sudah berhenti menyembur," tuturnya.
Insiden semburan gas bercampur lumpur terjadi ketika pengelola Pondok Pesantren Al-Ihsan mempekerjakan penggali sumur untuk mencari sumber air di kompleks pesantren.
Pondok pesantren itu berada di Kecamatan Tenayan Raya. Di wilayah kecamatan itu, warga harus mengebor tanah puluhan meter hingga 100 meter lebih untuk mendapat sumber air.
Pada Kamis (4/2) sekitar pukul 14.00 WIB, saat penggalian sumur di kompleks Pesantren Al Ihsan mencapai kedalaman 119 meter, gas menyembur hingga ketinggian 15 meter dari lubang sumur.
Akibat semburan gas bercampur lumpur dari lubang sumur tersebut, kompleks Pondok Pesantren Al-Ihsan kini diliputi lumpur, pasir, dan debu kelabu.
Bangunan asrama santri, ruang guru, kantin, ruang kelas, dan aula di pesantren itu rusak karena gumpalan lumpur yang mengeras terlontar ke atap dan membuat atap berlubang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare