SuaraRiau.id - Per Minggu (7/2/2021), warga Riau yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 29.521 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menjelaskan bahwa secara umum terjadinya kematian antara lain dipicu karena banyak pasien yang baru datang ke rumah sakit saat gejalanya sudah buruk.
Tak hanya itu, kata dia, potensi meninggalnya pasien Covid-19 bisa jadi kemungkinan penanganan yang terlambat karena pasien datang ke RS dengan kondisi yang sudah lebih buruk dibandingkan kondisi di awal.
"Ketika ada kondisi penyerta kemudian terkena Covid-19, ini akan membuat kondisi pasien akan menjadi lebih buruk," katanya dikutip dari Antara, Senin (8/2/2021).
Lebih lanjut, banyak masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, atau penyakit jantung yang merupakan faktor komorbid yang dapat memperparah atau memperburuk kondisi pasien Corona.
Pada Minggu, terdapat penambahan 77 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Namun, terdapat penambahan tiga pasien yang dinyatakan meninggal dunia, yaitu Tn SH (62) yang merupakan warga Kota Pekanbaru, Tn M (55) yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir dan Tn EZ (60) yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hulu.
"Dengan adanya penambahan kasus tersebut, maka total terkonfirmasi Covid-19 di Riau menjadi 29.521 kasus, terdiri atas 27.830 orang sembuh dan 707 orang meninggal dunia," kata Mimi.
Sementara itu, pasien yang masih isolasi mandiri tercatat sebanyak 612 orang, menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 372 orang.
"Semoga pasien yang masih diisolasi ini lekas sembuh, negatif Covid-19, selain itu diimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Kemudian, untuk kasus suspek yang isolasi mandiri berjumlah 1.661 orang, isolasi di RS berjumlah 60 orang, selesai isolasi berjumlah 69.350 orang, meninggal berjumlah 195 orang. Dengan demikian, total suspek berjumlah 71.266 orang. (Antara)
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
310 Warga Riau Ikut Operasi Katarak Gratis, Kolaborasi Polda dan Lintas Sektor Hadirkan Harapan Baru
-
Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
-
BNN Bebaskan Anak Bupati yang Positif Ganja karena Cuma Terpapar, Netizen: Capek Dibodohi Terus
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pasutri di Pelalawan Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver, Paksa Setor Rp250 Ribu/Hari
-
Mensos Kunjungi Sekolah Rakyat Pekanbaru, Target Tambah Siswa di Riau
-
Pelaku Penembakan dan Penyerangan Sejumlah Pekerja di Inhu Dibekuk di Batam
-
Wanita Hamil Tewas Diduga Dibunuh Suami, Polisi Temukan Sejumlah Senjata Tajam
-
Viral Emak-emak Pekanbaru Bongkar Diduga Lokasi Judi, Polisi Didesak Turun Tangan