Upaya pemerintah mewujudkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat turut didukung BRI melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.
Melalui ekosistem ini, BRI mengambil peran strategis dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan formal serta pendampingan usaha sesuai kebutuhan dan perkembangan usahanya. Hal ini juga membuka peluang bagi nasabah ultra mikro untuk terus berkembang melalui mekanisme graduasi atau naik kelas, sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil memiliki kesempatan meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Tercatat, hingga Triwulan II 2026, Holding UMi telah berhasil melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi tersebut juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.
“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.
Baca Juga:Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur
5. BRI Dorong Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing UMKM melalui Program Pemberdayaan
Selain memperluas pembiayaan, BRI mendorong pelaku usaha dan desa agar memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh pengembangan usaha, kelembagaan, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
Hingga September 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa di seluruh Indonesia. Sementara melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.
Ekosistem tersebut diperkuat melalui linkumkm by BRI yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM, serta 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar.
6. Perluas Akses Perumahan Rakyat melalui KPR Subsidi dan FLPP
Baca Juga:Realisasikan Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dan Hadirkan BRILink Agen
Kontribusi BRI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. Hingga September 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur.
Dari jumlah tersebut, pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi dengan porsi 98%, menjangkau sekitar 141 ribu penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia. Adapun sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP BRI mencapai 28.084 unit, tumbuh 22,58% YoY. Capaian ini mencerminkan peningkatan penyaluran pembiayaan rumah subsidi BRI dalam mendukung perluasan akses hunian layak bagi masyarakat.
Selain memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, BRI turut mendukung pengembangan ekosistem perumahan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga akhir September 2026, realisasi penyaluran KPP BRI mencapai Rp12,60 triliun atau 90,05% dari target tahun 2026. Pembiayaan ini menjadi salah satu instrumen yang tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian melalui aktivitas konstruksi, industri bahan bangunan, serta penyerapan tenaga kerja.
7. Membangun Indonesia dari Desa, BRI Optimalkan Jaringan BRILink Agen untuk Dukung Koperasi Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Desa
BRI turut mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui optimalisasi jaringan BRILink Agen. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap agenda pembangunan ekonomi kerakyatan pemerintahan Prabowo–Gibran, khususnya dalam mendorong pemerataan ekonomi dari desa sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.
Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan, mulai dari setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, serta memfasilitasi akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan melalui mekanisme rujukan atau referral sesuai ketentuan yang berlaku.