- Dinas Kesehatan Riau mendirikan rumah oksigen dan posko kesehatan di Pekanbaru untuk menangani ISPA akibat kabut asap.
- Fasilitas kesehatan yang beroperasi sejak Senin lalu ini didukung tenaga medis serta peralatan oksigen lengkap bagi warga terdampak.
- Pemerintah mengimbau masyarakat segera memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat.
SuaraRiau.id - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat Provinsi Riau, terutama bagian pernapasan.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Riau menyiapkan rumah oksigen dengan kapasitas tiga tempat tidur untuk warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli mengatakan fasilitas ini melayani warga yang mengalami radiasi mata dan radang tenggorokan akibat dampak kabut asap.
"Rumah oksigen ini kami fungsikan karena eskalasi asap dalam beberapa hari terakhir meningkat. Ini juga sesuai dengan arahan Gubernur Riau agar seluruh infrastruktur dan fasilitas kesehatan bersinergi, berkolaborasi, serta terintegrasi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat," katanya.
Zulkifli menyampaikan, rumah oksigen tersebut berada di lingkungan Kantor Dinas Kesehatan Riau Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.
Fasilitas tersebut difungsikan seiring meningkatnya eskalasi kabut asap yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dia mengatakan rumah oksigen tersebut dilengkapi dengan peralatan oksigen yang telah diuji fungsinya.
Pelayanan juga didukung satu orang dokter dan dua orang perawat yang bersiaga secara bergantian antara rumah oksigen dan posko kesehatan di halaman kantor.
Selain rumah oksigen, Dinas Kesehatan Riau juga mendirikan posko kesehatan di halaman kantor. Posko tersebut terintegrasi dengan lima posko lainnya yang disiapkan melalui kolaborasi dengan Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Zulkifli menyebutkan, sejak mulai beroperasi pada Senin lalu, posko kesehatan tersebut telah melayani 17 orang yang menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Menurutnya, jumlah itu menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah untuk mengantisipasi dampak kabut asap.
Zulkifli mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dia menegaskan, keberadaan posko kesehatan tidak semata-mata diukur dari jumlah warga yang datang, tetapi juga dari fungsinya sebagai tempat warga memperoleh pelayanan kesehatan.
"Yang kami harapkan, keberadaan posko ini benar-benar menjadi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap," tegas Zulkifli.
Ia menambahkan, pelayanan rumah oksigen di Kantor Dinas Kesehatan Riau mengikuti jam kerja hingga Sabtu.