Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Dampak penurunan visibilitas atau jarak pandang terbatas ini secara signifikan dirasakan di empat kabupaten/kota.

Eko Faizin
Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:35 WIB
Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?
Ilustrasi - Kabut asap terlihat di kawasan flyover simpang SKA Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026) pagi. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • BMKG Pekanbaru melaporkan nihil titik panas di Riau pada Sabtu, 17 Oktober 2026 sore.
  • Kiriman asap dari 1.112 titik panas di Pulau Sumatera menyebabkan penurunan jarak pandang di empat wilayah Riau.
  • Kabut asap pekat mengganggu transportasi serta menurunkan kualitas udara, sehingga warga diimbau memakai masker.

SuaraRiau.id - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Riau dan berdampak pada penurunan kualitas udara.

Meski demikian, laporan BMKG Pekanbaru menyatakan kondisi titik panas (hotspot) di wilayah Riau terdeteksi nihil pada pembaruan data Sabtu (17/10/2026) pukul 16.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Alfa Nataris menjelaskan, fenomena kabut asap ini dipicu oleh tingginya jumlah titik panas imbas karhutla di wilayah pulau Sumatera secara keseluruhan.

"Total titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera mencapai 1.112 titik. Angka tersebut menunjukkan skala karhutla yang masih sangat masif di kawasan sekitarnya," katanya.

Alfa menuturkan, sebagian besar titik panas terpantau terkonsentrasi di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah mencapai 950 titik.

Selain itu, sebaran titik panas juga terdeteksi di Lampung sebanyak 77 titik, Bangka Belitung 52 titik, Jambi 28 titik, Aceh 3 titik, serta Bengkulu 2 titik.

Ia mengungkapkan, meskipun tidak terdeteksi titik api di Riau, kiriman asap tebal dari daerah lain berdampak langsung pada jarak pandang.

Dampak penurunan visibilitas atau jarak pandang terbatas ini secara signifikan dirasakan di empat kabupaten/kota.

Berdasarkan pembaruan data visibilitas pada pukul 16.00 WIB, Kota Pekanbaru mencatatkan jarak pandang yang makin memendek, yakni hanya sejauh 1,4 kilometer akibat terselimuti asap.

Kondisi tersebut mengganggu berbagai aktivitas transportasi publik dan lalu lintas darat maupun udara.

"Kondisi terparah terpantau terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan jarak pandang terbatas hingga mencapai 800 meter akibat tertutup kabut asap pekat. Sementara itu, wilayah Kabupaten Pelalawan mencatatkan jarak pandang sekitar 3 kilometer dalam kondisi campuran hujan ringan disertai asap," kata Alfa.

Di wilayah Kabupaten Kampar, jarak pandang juga tercatat berada pada angka 3 kilometer dengan tutupan kabut asap yang masih tergolong tebal.

Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Mengingat kondisi kabut asap yang masih tebal, BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan, terutama gangguan sistem pernapasan.

"Warga disarankan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap kian memekat," sebut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini