BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

Hujan telah turun di sejumlah wilayah dan turut membantu menekan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Eko Faizin
Rabu, 23 September 2026 | 14:17 WIB
BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem
Ilustrasi banjir akibat cuaca ekstrem. [Ist]
Baca 10 detik
  • BMKG Pekanbaru mengumumkan Provinsi Riau memasuki peralihan musim kemarau ke musim penghujan pada September 2026.
  • Kepala Stasiun Meteorologi Warjono menyatakan hujan lebat membantu menurunkan titik panas karhutla di berbagai wilayah Riau.
  • Masyarakat diimbau waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan potensi kekeringan singkat akibat El Nino.

SuaraRiau.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Provinsi Riau saat ini sudah mulai memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam waktu singkat, apalagi intensitas curah hujan yang jauh lebih tinggi.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono mengatakan kondisi cuaca di Riau mulai menunjukkan perubahan seiring masuknya musim penghujan.

Hujan telah turun di sejumlah wilayah dan turut membantu menekan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Memasuki musim penghujan, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan tetap diperlukan. Alhamdulillah, hingga 22 September, tidak lagi ditemukan hotspot di Riau. Kondisi tersebut juga didukung oleh hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah," ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Warjono, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Dia mengingatkan warga tidak mengabaikan potensi ancaman lain yang muncul saat musim penghujan meski kondisi karhutla mulai terkendali.

Warjono mengungkapkan, kondisi ini dapat memicu pertumbuhan awan-awan yang berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem.

Karena itu, seluruh pihak perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi lingkungan sekitar.

"Perlu diwaspadai, akibat tingginya volume hujan dalam waktu singkat tersebut muncul awan-awan yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem. Sehingga masyarakat harus mewaspadai ancaman banjir dan longsor," jelasnya.

Di sisi lain, masuknya musim penghujan bukan berarti ancaman karhutla sepenuhnya berakhir. Kondisi atmosfer yang masih dipengaruhi fenomena El Nino dapat menyebabkan pola hujan tidak merata di seluruh wilayah Riau.

"Meskipun sudah masuk musim hujan, pengaruh El Nino diprediksi masih berlangsung. Hal ini menyebabkan adanya jeda waktu di mana curah hujan berkurang di spot-spot tertentu," terangnya.

Diungkapkan, jeda hujan tersebut dapat membuat sebagian wilayah kembali mengalami kondisi kering dalam waktu tertentu.

Diterangkan, potensi hujan dengan intensitas tinggi perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap genangan maupun longsor.

Warjono mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini