IRT di Siak Tewas Diserang Buaya, Sempat Diseret ke Dalam Sungai Metas

"Jadi selesai bekebun korban membersihkan diri, di situlah ia diserang buaya," tambahnya.

Eko Faizin
Minggu, 14 Juni 2026 | 09:52 WIB
IRT di Siak Tewas Diserang Buaya, Sempat Diseret ke Dalam Sungai Metas
Ilustrasi buaya. [Covesia]
Baca 10 detik
  • Santi (22) tewas diterkam buaya saat membersihkan diri di pelantar Sungai Metas, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (11/6/2026).
  • Upaya pencarian oleh suami dan warga berhasil menemukan jasad korban sejauh 200 meter dari lokasi kejadian pukul 20.30 WIB.
  • Pemerintah setempat berkoordinasi dengan KKP Pekanbaru untuk menangani konflik manusia dengan buaya demi mencegah korban jiwa lagi.

SuaraRiau.id - Seorang ibu rumah tangga bernama Santi (22), warga Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit tewas diterkam seekor buaya pada Kamis (11/6/2026) petang.

Camat Sungai Apit, Tengku Mukhtasar mengatakan kejadian nahas saat korban dan suaminya Kolet (32) membersihkan diri di area kebun sagu  yang posisinya jauh dari pemukiman warga.

"Korban diserang buaya saat membersihkan diri di pelantar Sungai Metas, tidak jauh dari kebun sagu milik korban," kata Camat, Jumat (12/6/2026) siang.

Korban yang tengah mencuci pakaian di tepi pelantar, mendadak diseret buaya masuk ke dalam kedalaman air.

"Jadi selesai bekebun korban membersihkan diri, di situlah  ia diserang buaya," tambahnya.

Mukhtasar menceritakan, suami yang melihat melihat istrinya diterkam buaya berusaha meminta pertolongan dengan menelpon kerabat lainnya.

Namun, lokasi yang jauh dari pemukiman membuat sinyal sulit didapatkan.

"Sesaat setelah bisa menghubungi kerabat, suami korban dibantu warga  melakukan pencarian Santi yang sudah tenggelam diseret buaya," ujarnya.

"Sekitar pukul 20.30 WIB, jasad Santi ditemukan, 200 meter ke hulu dari posisinya ditarik buaya," sambung Mukhtasar.

Kemudian, jasad Santi dibawa ke kediaman keluarga di Kampung Penyengat untuk disemayamkan.

"Konflik manusia dengan buaya memang harus diakhiri, makanya kami berkoordinasi dengan Balai Loka Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di Pekanbaru," ungkapnya.

Mukhtasar mengimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap ancaman dari binatang buas.

"Kita harus tetap waspada terhadap ancaman binatang buas seperti biaya dan harimau," sebutnya.

Kontributor : Alfat Handri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini