Karyawan Kafe di Pekanbaru Tewas, Ditemukan Kertas Bertuliskan Pesan Terakhir

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain dugaan bunuh diri.

Eko Faizin
Senin, 19 Januari 2026 | 11:19 WIB
Karyawan Kafe di Pekanbaru Tewas, Ditemukan Kertas Bertuliskan Pesan Terakhir
Pekerja kafe di Pekanbaru diduga bunuh diri. [Ist]
Baca 10 detik
  • Seorang pria di Kota Pekanbaru ditemukan meninggal dunia.
  • Korban yang merupakan karyawan kafe ini diduga bunuh diri.
  • Polisi menemukan secarik kertas yang diduga pesan terakhir korban.

SuaraRiau.id - Seorang pria bernama Sandi ditemukan meninggal dunia di Jalan Thamrin, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru pada Minggu (18/1/2026).

Korban yang sehari-hari bekerja di sebuah kafe ini diduga bunuh diri. Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain dugaan bunuh diri.

"Dari hasil olah TKP sementara, kami tidak menemukan adanya unsur tindak pidana atau kekerasan yang dilakukan pihak lain. Barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (19/1/2026).

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah tangga kayu, kabel listrik, serta satu unit handphone android milik korban.

Selain itu, petugas juga menemukan selembar kertas bertuliskan pesan terakhir yang diduga ditulis oleh korban sendiri. Isi pesan tersebut bertuliskan: "Pw hp: 230603. Thanks all."

Anggi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diketahui memiliki permasalahan ekonomi dan diduga kecanduan judi online.

Dari keterangan saksi, ia menyebut korban sempat meminjam uang sebesar Rp500 ribu beberapa hari sebelumnya.

"Selain itu, kami juga menerima informasi bahwa korban diduga memiliki ketergantungan terhadap judi online. Namun hal tersebut masih sebatas keterangan saksi," tegasnya.

Berdasarkan informasi, korban sempat melakukan komunikasi terakhir melalui panggilan video dengan salah satu saksi sekaligus pemilik tempat kerjanya, Dwigi.

Namun, dalam panggilan tersebut korban tidak memberikan jawaban meski telah ditanya berulang kali.

Sekitar pukul 08.00 WIB, saksi bernama Abi, yang hendak berangkat bekerja, melihat korban telah terjatuh di bawah sebuah pohon di sekitar lokasi kejadian.

Polisi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi. Tak berselang lama, sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Pekanbaru bersama Piket SPKT Polresta Pekanbaru tiba di lokasi.

AKP Anggi menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menyatakan menolak dilakukan visum et repertum di RS Bhayangkara Pekanbaru.

"Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan resmi menolak dilakukan visum et repertum dan sepakat untuk mengurus pemakaman korban secara mandiri dengan bantuan warga sekitar," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini