RG Ditangkap Terkait Beras Oplosan di Riau, Polisi Ungkap Modusnya

Fakta lainnya, RG ternyata juga pernah menjadi mitra Bulog.

Eko Faizin
Selasa, 29 Juli 2025 | 15:56 WIB
RG Ditangkap Terkait Beras Oplosan di Riau, Polisi Ungkap Modusnya
Polda Riau ungkap kasus beras oplosan di Pekanbaru, Selasa (29/7/2025). [Suara.com/Rahmat Zikri]

SuaraRiau.id - Oknum distributor beras oplosan di Kota Pekanbaru berinisial RG (35) yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Riau ternyata sudah sudah berulah selama dua tahun.

Fakta lainnya, RG ternyata juga pernah menjadi mitra Bulog. Namun pada tahun 2023, tersangka di-balcklist karena kedapatan menjual beras SPHP melebihi harga eceran tertinggi (HET).

"Semua beras oplosan milik RG yang tersebar di 22 toko sudah kita sita. Jumlahnya lebih kurang 9,75 ton," kata Dirreskrimsus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Selasa (29/7/2025).

Kombes Ade menjelaskan, dalam aksinya tersangka RG melakukan dua modus yaitu mencampur beras kualitas rendah (beras reject) dan beras medium.

Baca Juga:Siapa M? Sosok Disebut Jadi Tersangka Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau

"Beras yang dicampur ini dikemas kedalam karung beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang merupakan program Bulog untuk membantu masyarakat," katanya.

Mirisnya, beras SPHP yang sudah dioplos itu kemudian dijual dengan harga diatas rata-rata yaitu berkisar Rp16.000.

"Modus kedua, RG ini juga mencampur beras medium dengan beras kualiatas rendah yang kemudian dikemas kedalam kemasan beras asal Sumbar yang kualiatasnya lebih bagus atau premium," katanya.

Kombes Ade menerangkan beras yang itu dikemas kedalam kemasan Fruit 10 kg, Aira kemasan 5 kg,  Anak Daro tulisan merah dan biru kemasan 10 kg, Family yang diklaim berasal dari Bukittinggi, padahal dipasok dari Pelalawan dan Kuriak Kusuik.

"Khusus untuk merek Family, pelaku mencantumkan label ‘beras asal Bukittinggi’ pada kemasan. Padahal beras tersebut berasal dari pemasok di Pelalawan dengan kualitas di bawah kategori medium," jelasnya.

Baca Juga:Terungkap Pelaku Kasus Beras Oplosan di Riau, Kapolda: Pemain Lama

Beras-beras ini dijual dengan harga Rp16.000/kg, padahal modal pembelian hanya sekitar Rp11.000/kg, sehingga memberikan  keuntungan sebesar Rp4.000–5.000 per kilogram, bahkan lebih.

Kombes Ade juga mengatakan, tindakan pengoplosan beras  sangat merugikan konsumen dan mencoreng program pangan pemerintah.

"Pengungkapan ini berawal pada Kamis (24/7/2025). Tim Subdit I Indagsi yang dipimpin AKBP Agus Prihandika melakukan penyelidikan di Toko Beras Murni, Jalan Sail, Kelurahan Rejosari, Kecamatan  Tenayanraya, Pekanbaru. Di sana, RG diamankan," ungkapnya.

Dalam praktiknya, RG membeli beras reject seharga Rp6.000/kg dan beras medium seharga sekitar Rp11.000/kg, lalu mencampurkannya dan memasukkannya ke dalam karung beras SPHP.

Beras oplosan tersebut kemudian dijual di tokonya dan dititipkan di sekitar 22 minimarket di Pekanbaru dengan harga Rp19.000/kg, yang seharusnya dijual jauh lebih murah oleh mitra resmi Bulog.

"Pengakuan tersangka, dalam 6 bulan terakhir ia sudah meraup keuntungan sekitar Rp500 juta,"  terang Ade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini