Komitmen jaga pelayanan publik
Dalam momen tersebut Gubri Abdul Wahid juga menyinggung pelayanan publik di tengah efisiensi anggaran.
Menurutnya, meskipun pemerintah menerapkan efisiensi anggaran, pelayanan publik akan tetap berjalan dengan baik.
Wahid menyatakan jika kebijakan penghematan ini tidak akan berdampak pada kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga:Defisit APBD Riau Tahun Ini Tercatat Rp132 Miliar tapi Berpotensi Jadi Rp3,5 Triliun
Efisiensi anggaran saat ini hanya berpengaruh pada belanja operasional dan peningkatan infrastruktur. namun, dia menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan secara optimal.
"Di tengah efisiensi (kesulitan) yang dihadapi, kami berkomitmen bahwa pelayanan terhadap publik akan tidak terhenti, termasuk kami telah membayarkan gaji ke-14, THR, dan membayarkan lebih dulu gaji THL. Karena, kami tahu dan ingin berbagi kebahagiaan kepada semua masyarakat Riau," ungkapnya.
Wahid menyampaikan jika langkah ini juga sebagai upaya dari Pemprov Riau untuk mendorong perekonomian daerah agar dapat tumbuh dengan baik.
"Karena, konsumsi kita harus didorong, salah satu faktor stimulusnya adalah tentu dari tenaga PNS, pegawai honorer yang ada di lingkup Pemprov Riau maupun Kota Pekanbaru serta Kabupaten/Kota lainnya," jelasnya.
Selain itu, Wahid menuturkan jika tren konsumsi sembako masyarakat memang cenderung meningkat saat memasuki Ramadan hingga menjelang dan sesudah Lebaran.
Baca Juga:Sanksi Berat Menanti Pejabat yang Nekat Pakai Mobil Dinas saat Lebaran
"Kalau daya beli kita bertahan dan harganya juga masih stabil. Insyaallah, walaupun ekonomi saat ini agak berat, tidak akan terpengaruh ke kita," ujarnya.