"Dari video dapat kita lihat dengan jelas bahwa berjalannya kapal tersebut melebar sehingga pancang yang sudah ditepi pun ditabraknya," sebut Arif.
Pihaknya, lanjut Arif, akan meminta ganti rugi terhadap kapal yang sudah menabrak tiang pancang tersebut sehingga patah.
"Kita akan minta ganti rugi nanti. Cuma karena habis nabrak kapal itu lari jadi kita usahakan ketemu dulu kapal itu," ringkas Ari.
Posisi tiang yang patah tersebut, kata Arif lebih lanjut, berada sangat berdekatan dengan tepian sungai dekat Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu.
"Kok bisa tiang di tepi gitu malah ditabrak. Habis itu kapalnya langsung pergi aja. Apa mereka gak tau kalau sudah nabrak," tutur Arif.
Peristiwa ini, kata Arif, tidak diinginkan siapapun. Apalagi, peristiwa naas itu menyentuh salah satu titik pariwisata kebanggaan masyarakat Siak.
"Musibah tak dapat dielakkan. Selain menunggu ganti rugi nanti kita carikan solusi terbaik agar jembatan kaca kembali membaik," tutupnya.
Kontributor : Alfat Handri