SuaraRiau.id - Berita Riau kemarin, Rabu (15/11/2023) diwarnai dengan informasi peristiwa yang mungkin saja terlewatkan karena kesibukan.
Berikut rangkuman beberapa artikel menarik yang dipilih editor SuaraRiau.id untuk bisa dibaca untuk menambah informasi, di antaranya:
Banyak mahasiswa Riau terjerat pinjol
Lembaga Riau Research Center (R2C) membuat jajak pendapat dengan melibatkan 974 responden mahasiswa yang ada di Riau.
Berdasarkan survei tersebut didapat 52 persen mengaku telah melihat teman akrab terjerumus judi online, sementara 22 persen tahu temannya ada yang terjerat pinjaman online.
"Sebanyak 52 persen responden menyatakan telah melihat teman akrab terjerumus dalam judi online, sementara 22 persen mengetahui ada yang terjerat pinjaman online. Kedua perilaku ini dianggap destruktif dan mengancam masa depan anak muda,” ujar Ketua R2C Adlin Sambuaga dikutip dari Antara.
Beberapa kampus mahasiswanya ikut jajak pendapat yakni Universitas Riau (Unri), Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Universitas Islam Riau (UIR).
Selengkapnya di sini
Rencana bangun Jembatan Bengkalis-Sei Pakning
Sekda Riau SF Hariyanto bersama Sekda Bengkalis Ersan dan Sekda Siak Arfan Usman mulai membahas wacana pembangunan Jembatan Bengkalis-Sei Pakning
Diketahui, masyarakat di Pulau Bengkalis selama ini jika hendak menuju atau dari daerah lain harus menggunakan transportasi laut kapal Roro.
Keterbatasan jumlah Roro yang harus melayani banyaknya angkutan penumpang, kendaraan dan barang terkadang menyebabkan penumpukan panjang di pelabuhan.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyampaikan bahwa ada lima alasan mengapa perlu dilakukan pembangunan jembatan tersebut. Di antaranya Bengkalis merupakan kabupaten induk pada saat awal Riau berdiri dan merupakan kabupaten terluas.
Selengkapnya di sini
Auditor BPK Riau ngaku terima Rp1 miliar
Auditor BPK Riau Muhammad Fahmi Aressa mengaku menerima suap dari Bupati Meranti nonaktif Muhammad Adil.
Hal tersebut terungkap dari sidang lanjutan kasus korupsi Bupati Meranti yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (15/11/2023).
Auditor BPK Riau tersebut mengondisikan temuan-temuan hasil pemeriksaan keuangan Pemkab Kepulauan Meranti.
Pada sidang itu, Fahmi juga mengakui dimintai bantuan yang belakangan diberi imbalan sebesar Rp1 miliar.
Selengkapnya di sini