Banjir Rob di Meranti Makan Korban Jiwa, Dua Bocah Tewas Tenggelam

Mulanya saat banjir rob terjadi kawasan itu, korban sedang bermain di parit depan rumah neneknya.

Eko Faizin
Minggu, 27 November 2022 | 12:03 WIB
Banjir Rob di Meranti Makan Korban Jiwa, Dua Bocah Tewas Tenggelam
Ilustrasi banjir rob. [SuaraSulsel.id/ANTARA]

Kepala UPT Puskesmas Sungai Tohor, Susi Suherma yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan nyawa korban tidak terselamatkan.

"Sampainya di puskesmas, keduanya sudah tidak ada hayatnya, tidak bernyawa lagi. Namun dokter yang bertugas tetap melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) untuk mengeluarkan air dari dalam tubuhnya dan memberikan oksigen," jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya tidak mendapatkan informasi secara detail terkait kronologi dan penyebab tenggelamnya korban. Karena saat korban dibawa ke puskesmas, tidak ada keluarga yang mendampinginya.

"Yang membawa (korban) ke sini warga setempat. Jadi kami tidak dapat banyak informasi terhadap kejadian tersebut," tutur Susi.

Meski begitu, ia mengungkapkan korban meninggal diduga karena lemas dan banyak air yang masuk ke dalam tubuhnya. Menurut dia, hal itu dibuktikan dengan banyak air yang keluar dari hidung dan mulutnya.

"Nyawa korban tak terselamatkan lantaran sudah terlalu banyak meminum air laut," bebernya.

Terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG yang mendapatkan informasi itu mengucapkan dukacita kepada keluarga korban. Dari peristiwa ini, ia meminta kepada orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dan jangan bermain air banjir rob.

"Tolong dijaga anak-anaknya, dan jangan sampai orangtua lalai akan perilaku anaknya ketika melihat air pasang naik. Ini demi untuk keselamatan kita bersama-sama, sehingga peristiwa yang tidak kita inginkan tidak terjadi lagi. Apalagi kasus ini juga sudah terjadi tahun sebelumnya," terang Andi.

Sebagaimana diketahui, sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di bibir laut dilanda banjir rob (pasang air laut) beberapa hari belakangan ini. Parahnya saat di penghujung akhir tahun, karena luapan air makin meluas hingga menggenangi rumah warga dan sejumlah ruas jalan umum serta permukiman. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini