"Kata Oma dipotong rambutnya, terus pas Qima mau bilang mama, kata Oma gak usah. Kata Oma teh gak usah, diem aja. Qima mau lari tapi pintu pagernya ditutup," terang si anak.
Unggahan ini menuai berbagai komentar dari warganet. Sejumlah warganet mendukung aksi si Ibu, seperti yang disampaikan oleh @les***.
"Saya dukung MBAK nyaa, itu bukan siapa2 dan berani banget potong rambut anak orang, sudah berumur, kalau kena mata gimana? Emang harus ditegur pakai emosi klo baik2 mah ntar diulangin lagi," tulisnya di kolom komentar.
"Mohon maaf ya bukan perkara rambut bisa tumbuh lagi. Trauma si anak pas potong rambut lagi, trauma si anak sama orng yg lebih tua lagi, trauma si anak klo liat gunting lagi.. Gimana itu? Padahal ibu aja mau potongin rambut anak harus dibujuk2 dulu, diomongin halus2, lah ini main potong aja... Buat anak kecil potong rambut itu menakutkan, karena bagi mereka rambut jg bagian dari tubuh yg mereka kira akan sakit klo dipotong, mana gunting dimana2 tajem kan," imbuh @del***.
Namun sebagian lainnya menyayangkan tindakan sang Ibu yang langsung memarahi tetangga tersebut.
"Mnurut saya oma salah. Mama juga panikan dan khawatir anaknya dibully. Jadi mamanya ngegas' lupa kalo itu adalah nenek'. Apakah oma udh uzur? Mereka smua kasian sih," kata @mrn***.
"Negurnya ga gitu juga lah sama orang tua ga ada etika, inilah orang tua jaman sekarang kan bisa dibilang baik 2," imbuh @can***.
Kontributor : Anggun Alifah