Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabar Organ Tubuh Brigadir J Dijual Sambo ke Luar Negeri Seharga Rp4 M, Benarkah?

Eko Faizin Kamis, 22 September 2022 | 20:12 WIB

Kabar Organ Tubuh Brigadir J Dijual Sambo ke Luar Negeri Seharga Rp4 M, Benarkah?
Mendiang Brigadir J. (Ist)

Kini malah beredar kabar organ dalam Brigadir J yang hilang telah dijual ke luar negeri oleh Ferdy Sambo.

SuaraRiau.id - Kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi hingga kini masih diproses hukum.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bersama anggota polisi lain ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.

Sejalan dengan penanganan kasus itu, banyak beredar informasi terkait pembunuhan Brigadir J. Di antaranya isu berkembang selama investigasi soal hilangnya beberapa organ dalam milik mendiang.

Kabar ini disampaikan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

Kini malah beredar kabar organ dalam Brigadir J yang hilang telah dijual ke luar negeri oleh Ferdy Sambo. Informasi ini seperti yang tampak di video unggahan kanal YouTube Radar Gosib.

"Akhirnya Terungkap !! Dua Organ Brigadir J yang Hilang, Dijual Ferdy Sambo ke Luar Negeri," seperti itulah judul dari unggahan videonya, dikutip Suara.com pada Senin (19/9/2022).

Bahkan judul yang dituliskan di thumbnail video terlihat lebih rinci, yaitu, "Update Kasus Brigadir J, Ditemukan Bukti Transaksi Penjualan Dua Organ Brigadir J yang Hilang Seharga 4M di Brangkas Ferdy Sambo."

Lantas benarkah informasi yang disampaikan di video tersebut?

Penjelasan
Berdasarkan penelusuran, video berdurasi 3 menit 16 detik tersebut ternyata sama sekali tidak membahas perihal penjualan organ dalam milik Brigadir J.

Narator video justru terdengar merangkum sejumlah pernyataan pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, ketika mengungkap soal adanya dua organ dalam Brigadir J yang hilang.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Berita Terkait