Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pesulap Merah Beri Penjelasan Ilmiah soal Muntah Benda-benda Aneh

Eko Faizin Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:38 WIB

Pesulap Merah Beri Penjelasan Ilmiah soal Muntah Benda-benda Aneh
Marcel Radhival alias Pesulap Merah menunjukkan sebuah jenglot ke Denny Sumargo. [Podcast Denny Sumargo]

Namun bagi Pesulap Merah, hal tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah.

SuaraRiau.id - Nama Pesulap Merah belakangan populer lantaran kerap membongkar trik perdukunan. Bahkan dia sampai berseteru dengan Gus Samsudin.

Pesulap Merah mengungkap praktik perdukunan mulai dari aksi ajaib yang dilakukan oleh dukun hingga rahasia di balik fenomena santet.

Lelaki bernama Marcel Radhival ini baru-baru ini mencoba memberikan penjelasan ilmiah terkait kejadian orang muntah benda aneh.

Selama ini publik kerap menganggap bahwa muntah benda aneh merupakan salah satu bukti adanya santet.

Namun bagi Pesulap Merah, hal tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah.

"Kalau untuk yang keluar-keluar benda atau ada benda di dalam perut. Itu sampai saat ini masih bisa dijelaskan secara ilmiah," kata Pesulap Merah dalam acara "Pagi Pagi Ambyar" dikutip dari MataMata.com.

Lebih lanjut, Pesulap Merah mengutarakan penjelasan ilmiah soal fenomena ada benda tak wajar di dalam tubuh seseorang. Hal itu kabarnya berkaitan dengan gangguan makan Pica.

Melansir berbagai sumber, orang yang mengalami gangguan makan Pica akan memiliki keinginan dan nafsu makan terhadap benda atau zat yang tidak biasa. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja.

"Contohnya ada dua kasus di Indonesia yang cukup terkenal. Satunya ini ada paku banyak di perut. Yang satunya lagi ada benda-benda kecil, dari mulai koin, tutup botol, terus juga uang kertas Rp20 ribuan dan lain sebagainya," kata Pesulap Merah menjelaskan.

"Awalnya ini diduga bukti santet nih. Tapi nyatanya setelah diteken sama psikologi dan psikiater untuk ngaku si korban. Akhirnya mengakui kalau ternyata itu gangguan Pica namanya. Gangguan makan yang mana seseorang makan hal yang bukan makanan," imbuhnya.

Komentar

Berita Terkait