facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Zulkifli Hasan Klaim Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Sudah Rp14 Ribu/Liter

Eko Faizin Selasa, 05 Juli 2022 | 10:53 WIB

Zulkifli Hasan Klaim Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Sudah Rp14 Ribu/Liter
Mendag Zulhas saat mengunjungi pedagang minyak goreng curah di kawasan Klender, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2022). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Saat ini, harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng curah berada pada angka Rp14 ribu per liter.

SuaraRiau.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim harga minyak goreng curah yang dijual di pasar-pasar tradisional saat ini sudah turun menyentuh angka Rp14 ribu per liter untuk wilayah Sumatra, Jawa, dan Bali.

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan minyak goreng curah rakyat di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (5/7/2022).

"Orang-orang tidak berebut lagi karena harga rata-rata sudah Rp14 ribu per liter untuk jenis curah, pakai plastik maupun yang dikemas," kata Zulkifli Hasan dikutip dari Antara, Selasa (5/7/2022).

Saat ini, harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng curah berada pada angka Rp14 ribu per liter.

Zulkifli menyampaikan bahwa beberapa daerah di Jawa dan Bali, harga minyak goreng ada yang berada di bawah harga eceran tertinggi.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata minyak goreng curah secara nasional saat ini berada pada angka Rp15 ribu per liter karena minyak goreng di wilayah timur Indonesia masih menyentuh harga Rp20 ribu per liter.

Menteri Zulkifli mengungkapkan penyebab harga minyak goreng curah di Sulawesi dan Papua masih mahal akibat terkendala logistik.

"Ongkos kirim mahal. Apalagi minyak goreng ini satu galon besar isinya satu ton, ongkosnya mahal," terang Zulkifli.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah logistik distribusi minyak goreng di Sulawesi dan Papua demi mewujudkan keadilan harga pangan di masyarakat.

Dalam waktu dekat, pemerintah berencana akan mendistribusikan minyak goreng dalam bentuk kemasan ke wilayah timur Indonesia untuk mengatasi kendala logistik karena distribusi minyak goreng kemasan lebih mudah.

Komentar

Berita Terkait