facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Imbas Promo Miras di Jakarta, Holywings Pekanbaru Digeruduk Massa

Eko Faizin Selasa, 28 Juni 2022 | 08:31 WIB

Imbas Promo Miras di Jakarta, Holywings Pekanbaru Digeruduk Massa
Massa menggelar unjuk rasa di depan Holiwings Pekanbaru, Senin (27/6/2022). [Rahmadi Dwi/Riau Online]

Mereka mengatakan Holywings memenuhi unsur penistaan agama, pihaknya meminta pihak terkait untuk memberikan efek jera.

SuaraRiau.id - Aksi kecaman terhadap outlet Holywings buntut promo minuman keras (miras) gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria di Jakarta menyebar ke Pekanbaru.

Massa mengatasnamakan Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Riau menggelar unjuk rasa di Holywings Pekanbaru, Jalan Soekarno Hatta pada Senin (27/6/2022).

Bapera Riau mengecam dugaan pelecehan agama yang dilakukan oleh pihak Holywings dalam promosinya di media sosial. Mereka menuntut manajemen Holywings untuk angkat kaki dari Bumi Lancang Kuning.

“Kami ingin Holywings tidak cukup untuk meminta maaf, kami meminta khususnya Holywings di tanah melayu ini angkat kaki,” sebut Koordinator Massa Aksi, James Bond, dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (27/6/2022).

Mereka mengatakan Holywings memenuhi unsur penistaan agama, pihaknya meminta pihak terkait untuk memberikan efek jera.

“Minuman beralkohol ini adalah barang haram, karena itu kami berkomitmen dan menolak peredaran minuman alkohol,” tegasnya.

Sementara itu, Manajemen Operasional Holywings Pekanbaru, Kuat Lesna Sumarno mengatakan, pihaknya menerima apa yang dituduhkan oleh pengunjuk rasa. Namun, dirinya menyebut, penistaan agama itu tidak ada campur tangan dari Holiwings Pekanbaru.

“Pekanbaru tidak ada promo itu, pasti kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, kami meminta maaf,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Holywings Indonesia membuat promosi minuman alkohol gratis bagi orang yang bernama Muhammad atau Maria. Hal ini dianggap menodai umat beragama.

Promo miras gratis Holywings kemudian menuai kecaman dari sejumlah pihak dan berujung proses hukum terhadap beberapa stafnya.

Komentar

Berita Terkait