facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahan Pokok Meroket, Warung Makan di Pekanbaru Naikkan Harga Dagangannya

Eko Faizin Minggu, 26 Juni 2022 | 08:18 WIB

Bahan Pokok Meroket, Warung Makan di Pekanbaru Naikkan Harga Dagangannya
Sebuah warung makan di Pekanbaru menaikkan harga jualannya seiring kenaikan sejumlah bahan pokok. [Haslinda/Riauonline]

Namun, Rahmad mengaku porsi yang diberikan memang terlihat lebih sedikit dibanding biasanya, terutama cabai.

SuaraRiau.id - Sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan di Pekanbaru. Hal ini berimbas pemilik rumah makan menaikkan jualannya.

Salah satu warung makan di Panam tepatnya di depan Kampus UIN Suska Riau Pekanbaru menempelkan kertas bertuliskan "Mulai hari ini Kamis 16 Juni 2022, Rp11.000".

Salah seorang pembeli yang merupakan mahasiswa, Rahmad memaklumi kenaikan tersebut lantaran harga bahan pokok di pasaran yang meroket.

"Biasanya memang cuma Rp10.000. Udah naik. Tapi kami maklum karena di semua tempat rata-rata memang segitu. " katanya kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Sabtu (25/6/2022).

Namun, Rahmad mengaku porsi yang diberikan memang terlihat lebih sedikit dibanding biasanya, terutama cabai.

"Tapi sepertinya porsinya emang lebih sedikit. Padahal Ampera ni kan kita kenal makanan anak kos yang mengenyangkan bagi mahasiswa, karena melimpah kali. Sebenarnya itu porsi seharusnya kalau kita makan, pas. Yang biasa di jual itu emang agak berlebihan aja. Cumakan karena kita terbiasa banyak jadi seperti ada yang beda. Itulah semenjak bahan pokok naik kita susah cari makan kenyang, puas enak dan murah," terang dia.

Rahmad meminta pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini, sebab warung makan menjadi tempat yang paling banyak dirugikan.

"Kalau saya sih lebih kasihan sama pedagang ya. Mereka serba salah mau naikkan harga. Kalau kemahalan, orang jadi kabur, dinaikkin dikit untung enggak banyak. Ngurangi porsi orang komplen. Jadi antara pedagang sama pembeli memang harus saling memaklumi. Sekarang ini kita fokusknya bagaiman solusi pemerintah," tegasnya.

Sementara itu, pedagang nasi Ampera lainnya, Nia menyebut masih menjual harga seperti biasa, khususnya bagi mahasiswa.

"Masih sama kalau untuk mahasiswa Rp10.000. Cuma kami naikkan untuk yang berkeluarga Rp12.000. Di situlah lagi kami cari untung," tuturnya

Diungkapkan Nia, naiknya harga cabai saat ini memang di luar dugaan karena lebih mahal dibanding harga ayam.

"Dulu makan pakai cabai aja tu sebagai bentuk dari penghematan. Tapi sekarang daging ayam lebih murah," jelas dia.

Kendati demikian, Nia mengungkapkan tidak kehilangan pelanggan sebab mahasiswa kebanyakan memilih untuk membeli makanan jadi.

"Nah orang lebih milih beli lauk karna dah dalat sayur kuah sama cabe nih. Apalagi sayur juga lagi mahal," sebutnya.

Komentar

Berita Terkait