facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Horor, Kesaksian PMI Ilegal Selamat di Tragedi Speedboat Tenggelam di Perairan Batam

Eko Faizin Jum'at, 24 Juni 2022 | 08:25 WIB

Horor, Kesaksian PMI Ilegal Selamat di Tragedi Speedboat Tenggelam di Perairan Batam
Kapal speedboat pengangkut PMI ilegal kembali karam di perairan Batam, Kepulauan Riau. [suara.com/ist]

Sahman merupakan salah seorang dari 23 orang PMI ilegal yang selamat.

SuaraRiau.id - Para calon pekerja migran Indonesia (PMI) kerap menghadapi bahaya yang mengancam nyawa saat perjalanan lewat laut. Bahkan, banyak kejadian yang membuat mereka kehilangan nyawa dalam perjalanan.

Baru-baru ini, peristiwa itu dialami puluhan PMI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perahu yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) akibat cuaca buruk.

Insiden menakutkan tersebut membekas di benak Sahman (35), satu dari para pengadu nasib yang menyeberang secara ilegal ke Malaysia, Kamis (16/6/2022) malam itu.

Amat (41) dan Sahman (35), korban selamat peristiwa kapal pengangkut PMI ilegal yang tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Kamis (16/6/2022). [Foto: Margaretha/Batamnews]
Amat (41) dan Sahman (35), korban selamat peristiwa kapal pengangkut PMI ilegal yang tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Kamis (16/6/2022). [Foto: Margaretha/Batamnews]

Ia menceritakan kisah yang tak ia duga saat ditemui di rumah singgah BP2MI wilayah Kepri di Batam pada Selasa (20/6/2022) lalu.

Sahman merupakan salah seorang dari 23 orang PMI ilegal yang selamat.

Sebanyak 6 orang hingga kini hilang dan masih dicari Tim SAR. Satu mayat sebelumnya ditemukan di laut beberapa hari bereselang.

Sahman merupakan warga Lombok Timur yang ingin berencana untuk bekerja ke Malaysia karena ingin menaikkan penghasilan.

Sehari-hari, Sahman bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, umumnya Ia bisa menghasilkan uang senilai kurang dari Rp 2 juta per bulan.

“Karena gaji yang kecil di kampung, Saya tertarik ke luar negeri, supaya penghasilan bisa bertambah,” ujarnya dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com.

Informasi mengenai pekerjaan ke luar negeri diperolehnya dari tetangganya, Syahnan yang juga satu rombongan speed boat dengannya, namun hingga kini masih hilang.

Komentar

Berita Terkait