facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gugatan Asri Auzar soal AHY Dikabulkan PN Pekanbaru: Musda Demokrat Riau Tak Sah

Eko Faizin Selasa, 21 Juni 2022 | 10:16 WIB

Gugatan Asri Auzar soal AHY Dikabulkan PN Pekanbaru: Musda Demokrat Riau Tak Sah
Mantan Ketua Partai Demokrat Provinsi Riau, Asri Auzar. [Dok Demokrat Riau]

Hakim PN Pekanbaru menerima 9 dari 11 tuntutan, di antaranya memutuskan Musda ke-V tanggal 30 November 2021 tidak sah.

SuaraRiau.id - Gugatan mantan Ketua Demokrat Riau, Asri Auzar dikabulkan Pengadilan Negeri Pekanbaru terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat ke-V tahun 2021.

Diketahui, Asri Auzar beserta lima kader Demokrat Riau melayangkan gugatan ke Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), H Teuku Riefky Harsya dan Herman Khaeron.

Hakim PN Pekanbaru menerima 9 dari 11 tuntutan, di antaranya memutuskan Musda ke-V tanggal 30 November 2021 tidak sah.

"Kami bersyukur akhirnya mendapat keadilan, juga berterima kasih kepada dua pengacara kami. Saya sampaikan bahwa pusat tak bisa semena-mena terhadap daerah. Di Riau ini masih ada orang yang harus dianggap," ujar Asri Auzar kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (20/6/2022).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya melangkah untuk mencari kebenaran di pengadilan dan bersyukur hakim mengabulkan 9 dari 11 tuntutan.

"Salah satunya, menganggap seluruh Musda itu tak sah, keputusan DPP Demokrat tak sah. Seluruh yang dilakukan DPP terkait Musda itu berlawanan hukum dan tak sesuai dengan AD/ART yang ada," tegas Asri.

Dia tak menampik bahwa di beberapa daerah lain banyak temannya yang mengalami apa yang dialaminya.

"Teman-teman saya bahkan lebih parah daripada saya. Ada yang ikut Musda, menang malah dikalahkan. Kalau begitu untuk apa gunanya Musda, dipilih langsung aja. Apa gunanya AD/ART? Dibuang saja kalau begitu," ungkap Asri Auzar.

Dirinya mengaku, melihat sengkarut itu, dirinya datang ke PN Pekanbaru guna menggugat DPP Demokrat dan DPD Demokrat Riau.

"Atas dasar ini saya datang ke pengadilan, mewakili teman-teman saya yang terzolimi. Yang hari ini tak bisa bersuara karena masih punya jabatan. Tapi kalau jabatannya sudah tak ada, bisa jadi lebih ganas dari saya," pungkasnya

Komentar

Berita Terkait