facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengenal Raja Juli Antoni, Putra Kuansing yang Kini Jadi Wakil Menteri

Eko Faizin Kamis, 16 Juni 2022 | 14:42 WIB

Mengenal Raja Juli Antoni, Putra Kuansing yang Kini Jadi Wakil Menteri
Sekjen PSI, Raja Juli Antoni. [Suara.com/Lili Handayani]

Ibunya Khairati berasal dari desa Paboun dan ayahnya Raja Ramli berasal dari desa Pulau Binjai kecamatan Kuantan Mudik.

SuaraRiau.id - Politisi PSI Raja Juli Antoni kini telah resmi menjadi wakil menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendampingi Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto.

Raja Juli Antoni dilantik langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan. Hadi Tjahjanto sebagai Mentri Agraria ATR/BPN dan Wamendagri Johm Wempi Watipo dan Afriansyah Noor sebagai Wamen Tenaga Kerja di Istana Negara Jakarta, Rabu ( 15/6/2022).

Profil Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni menjadi orang pertama Kuantan Singingi (Kuansing) Riau yang menjadi Wakil Menteri. Ia merupakan putra jati dari Desa Peboun, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni  (Antara)
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni. [Antara]

Berdasarkan blog rajajuliantoni, Raja lahir di Pekanbaru pada 13 Juli 1977 silam.

Ibunya Khairati berasal dari desa Paboun dan ayahnya Raja Ramli berasal dari desa Pulau Binjai kecamatan Kuantan Mudik.

Mengutip Riaulink.com--jaringan Suara.com, Raja Juli menyelesaikan pendidikan di IAIN (sekarang UIN) Jakarta pada tahun 2001 dengan menulis penelitian berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Semasa kuliah dia juga pernah menjabat Wakil Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau (Hipemari Jakarta) periode 1997-1999.

Tahun 2004 mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris. Merampungkan tesis master dengan judul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Tahun 2004 mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris. Merampungkan tesis master dengan judul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Pada tahun 2010 dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS), meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, the University of Queensland, Australia.

Komentar

Berita Terkait