facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Emak-emak soal Harga Bahan Pokok: Bawa Rp200 Ribu, Tak Banyak yang Dibeli

Eko Faizin Selasa, 14 Juni 2022 | 09:47 WIB

Cerita Emak-emak soal Harga Bahan Pokok: Bawa Rp200 Ribu, Tak Banyak yang Dibeli
Ilustrasi harga bahan pokok di pasar. [Suara.com/Fauzi Noviandi]

Disampaikan Asih, kenaikan harga bahan pokok tidak dibarengi dengan pendapatan.

SuaraRiau.id - Emak-emak di Kabupaten Siak mengeluhkan harga bahan pokok yang kian melambung tinggi di pasaran.

Asih (53) warga Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau turut mengeluh dengan naiknya sejumlah harga bahan pokok untuk kehidupan sehari-hari.

Disampaikan Asih, kenaikan harga bahan pokok tidak dibarengi dengan pendapatan.

"Semua harga bahan pokok untuk makam sehari-hari tinggi, tapi gaji buruh dan harga jual barang tidak naik-naik," kata Asih di lokasi pasar di Benteng Hulu.

Dikatakan Asih, meskipun harga tinggi ia tetap membeli bahan-bahan tersebut dikarenakan memang kebutuhan setiap harinya. Namun, ia mengurangi jumlah barang pembeliannya di pasar.

"Biasanya beli cabe 3 ons sampai setengah kilo sekarang beli satu ons saja, karena harga cabe merah luar biasa mahal. Sampai mengucap saya," ungkap Asih.

Tingginya bahan pokok untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari juga dikeluhkan oleh warga lainnya.

Jumiati (45) warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura juga turut mengeluh.

Dikatakan Jumi, sapaan akrab ibu dua anak itu, saat dirinya ke pasar dan mendapati harga bahan pokok yang tinggi ia hanya bisa mengucap.

"Harganya astagfirullahaladzim sekarang ini. Mahal semua," kara Jumi saat ditemui SuaraRiau.id.

Komentar

Berita Terkait