facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Sawit Terjun Bebas saat Pupuk Mahal, Petani Riau ke Pemerintah: Tolong Stabilkan!

Eko Faizin Selasa, 17 Mei 2022 | 14:20 WIB

Harga Sawit Terjun Bebas saat Pupuk Mahal, Petani Riau ke Pemerintah: Tolong Stabilkan!
Petani Sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menggelar aksi demonstrasi di depan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Rianto, protes terhadap jebloknya harga sawit ini juga merupakan bentuk solidaritas Apkasindo yang di daerah.

SuaraRiau.id - Harga sawit Riau mengalami penurunan yang signifikan. Terjun bebasnya harga tandan buah segar (TBS) sawit merugikan petani Bengkalis dan Indonesia pada umumnya.

Para petani sawit yang tergabung di Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bengkalis mengadu ke Pemkab dan berdialog untuk mencari jalan solusi.

Ketua Apkasindo Bengkalis Rianto meminta agar larangan ekspor CPO yang dicanangkan Presiden Jokowi dicabut. Hal ini dinilai membuat harga sawit anjlok dan merugikan petani.

Para petani kelapa sawit saat membentang spanduk protes kepada pemerintah. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada)]
Para petani kelapa sawit saat membentang spanduk protes kepada pemerintah. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada)]

"Selama harga sawit turun, para petani sawit yang ada di Kabupaten Bengkalis banyak merugi," kata Rianto, kepada Suara.com, Selasa (17/5/2022).

Menurut Rianto, protes terhadap jebloknya harga sawit ini juga merupakan bentuk solidaritas Apkasindo yang di daerah. Sebab, Ketua Apkasindo pusat Gulat ME Manurung saat ini tengah berjuang mengenai harga sawit di tingkat pusat.

"Ketua umum saat ini lagi di istana negara, kita berdoa semoga pemerintah membuka keran ekspor CPO lagi, ini hanya untuk urusan perut sejengkal. Bukan kepentingan lain," ujar dia.

Harga pupuk mahal, petani menjerit
Ditambahkan penasehat Apkasindo Bengkalis, Samsu Dalimunte. Pihaknya meminta pemerintah Bengkalis juga mendorong pemerintah pusat agar mencari jalan solusi untuk persoalan harga sawit yang anjlok ini.

Menurut dia, saat ini harga sawit anjlok parah. Dari kisaran Rp 3000-an kini tinggal Rp 1.700 di tingkat RAM, bahkan ada yang Rp 1000 di kawasan pelosok.

"Bahkan di Rupat sampai Rp 700 per kilo. Jadi kami mohon kepada pemerintah agar mendengat suara hati petani sawit. Hari ini harga sangat jatuh, kepada bapak yang di depan kami (Pemkab Bengkalis) mohon sampaikanlah," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Samda ini menyebut, bahwa memang tidak semua warga Indonesia memiliki kebun sawit. Namun sebagian besar, minimal warga banyak bekerja di industri sawit.

Komentar

Berita Terkait