SuaraRiau.id - Pagelaran wayang dengan menampilkan sosok karakter mirip Ustaz Khalid Basalamah mendapat sorotan publik. Diketahui, acara tersebut diadakan di tempat Gus Miftah.
Gus Miftah dan sang dalang kemudian mendapat hujatan lantaran dinilai mengolok-olok dengan kata-kata kasar kepada Ustaz Khalid Basalamah.
Dalam pagelaran itu, dalang Ki Warseno Slenk bicara kasar dan menggebuki wayang mirip Ustaz Khalid Basalamah.

Sujiwo Tejo pun turut bersuara ikut menanggapi kejadian tersebut. Ia menuliskan sebuah cerita yang berkaitan dengan isu hangat ini.
Presiden Jancukers tersebut membuat dialog imajiner mengisahkan ada orang beli wayang ke perajin. Ternyata pembeli wayang itu bermaksud membeli wayang bukan untuk kepentingan seni tapi untuk media kekerasan.
Ya sontak, perajin wayang tak mau menjual wayangnya untuk kekerasan.
“Tumben Sampeyan beli wayang?” kakek2 perajin wayang. “Buat pajangan?”
“Bukan, Kek. Untuk nggebukin orang!”
Kakek mengembalikan duit calon pembelinya. “Saya gak jd jual.”
“Berarti kakek ini Kadrun!?”
- 1
- 2