facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Pemotong Kayu di Riau Ditemukan Tewas Mengenaskan Dimangsa Harimau

Eko Faizin Minggu, 06 Februari 2022 | 19:01 WIB

Kronologi Pemotong Kayu di Riau Ditemukan Tewas Mengenaskan Dimangsa Harimau
Ilustrasi penemuan jejak harimau sumatera di Kabupaten Agam. [Dok.Covesia.com]

Diduga korban tewas setelah dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

SuaraRiau.id - Seorang pemotong kayu di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pelalawan, Riau ditemukan tewas mengenaskan pada Sabtu (5/2/2022).

Korban bernama Tugiyat (41) meninggal dunia diduga diterkam harimau sumatera. Korban ditemukan oleh rekan kerjanya dengan kondisi kepala dan kaki kiri yang terputus.

Diduga korban tewas setelah dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Plt Kepala BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara menjelaskan bahwa konflik manusia dan satwa ini terjadi di area PT Simpang Kanan, bagian dari PT Sinar Mas Group di Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.

Penemuan itu bermula dari rekan kerja Tugiyat yang mencari korban di tempat terakhir terlihat untuk makan siang bersama pada Sabtu sekitar pukul 12.15 WIB. Namun korban tak ditemukan juga.

"Sekitar 6 meter dari lokasi terakhir tersebut rekan kerjanya menemukan celana korban dengan darah yang berceceran. Kemudian ia berteriak minta tolong dan mencari bantuan," kata Fifin dikutip dari Antara, Minggu (6/2/2022).

Dengan dibantu dua alat berat, rekan kerja Tugiyat melakukan pencarian dan menemukannya sekitar pukul 17.35 WIB dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Kemudian jenazah korban dibawa ke balai kesehatan terdekat oleh perusahaan untuk dilakukan otopsi.

Fifin melanjutkan, dengan kejadian ini BBKSDA Riau langsung menurunkan timnya bersama pihak perusahaan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

"Kami berencana akan melakukan rapat bersama untuk menentukan langkah-langkah berikutnya," ucapnya.

Selain itu,Fifin juga berpesan agar masyarakat terus waspada mengingat Riau merupakan kawasan hutan dulunya.

"Harus diwaspadai karena memang Riau dulunya merupakan kawasan hutan yang utuh yang merupakan wilayah jelajah harimau. Jadi baik di hutan maupun di kebun kita harus tetap waspada," pungkasnya. (Antara)

Komentar

Berita Terkait