facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Adam Deni Ditangkap Bareskrim Polri Terkait Ilegal Akses

Eko Faizin Rabu, 02 Februari 2022 | 15:56 WIB

Adam Deni Ditangkap Bareskrim Polri Terkait Ilegal Akses
Adam Deni. [Instagram/adamdenigrk]

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan bahwa Adam Deni diamankan polisi terkait ilegal akses.

SuaraRiau.id - Penggiat media sosial, Adam Deni ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Selasa (1/2/2022) malam.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan bahwa Adam Deni diamankan polisi terkait ilegal akses.

“Tadi (Selasa-red) malam pukul 19.00 AD diamankan oleh penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri,” kata Ramadhan dikutip dari Antara, Rabu (2/2/2022).

Adam Deni didampingi tim kuasa hukum [Suara.com/Yuliani]
Adam Deni didampingi tim kuasa hukum [Suara.com/Yuliani]

Brigjen Ramadhan menjelaskan bahwa penangkapan itu berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/0040/I/2022/SPKT/Direktorat Tindak Pidana Siber tanggal 27 Januari 2022 dengan pelapor berinisial SYD.

Adam Deni ditangkap terkait dengan tindak pidana melakukan upload atau mentransmisikan dokumen elektronik yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak sebagaimana diatur dalam Pasal 48 ayat (1), (2), dan (3) jo Pasal 32 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang ITE.

Dalam perkara ini, lanjut Ramadhan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi terdiri atas, empat saksi dan delapan ahli.

“Ahli terdiri atas ahli hukum pidana dan ahli ITE,” katanya.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tiga buah ponsel dengan merek berbeda-beda. Meski telah dilakukan penangkapan, penyidik belum menahan yang bersangkutan, menunggu batas waktu 1x24 jam untuk dilakukan pemeriksaan.

Terkait perkara ini, Polri mengimbau masyarakat agar tidak mengambil data pribadi orang lain dan mengunggahnya ke media sosial tanpa seizin pemilik data karena dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

“Pada kesempatan ini juga kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengambil data pribadi orang lain dan mengupload ke media sosial tanpa izin pemilik data yang tentunya menimbulkan konsekuensi hukum ke depannya,” terang Ramadhan. (Antara)

Komentar

Berita Terkait