SuaraRiau.id - Produsen mobil sport Ferrari tampaknya ikut terseret tren token non-fungible (NFT). Bahkan perusahaan tersebut diketahui akan menerbitkan koleksi digital NFT.
Ferari tidak sendiri, mereka akan menggandeng perusahaan teknologi asal Swiss, Velas Network AG, untuk membuat token NFT.
Diketahui, Ferrari akan memberikan kesempatan bagi para penggemarnya untuk memiliki koleksi digital khusus mulai bulan Maret 2022 mendatang.
Selain itu, kerjasama ini juga membuat Velas menjadi sponsor utama di seri esport Ferrari, The Prancing Horse, dan tim esport yang akan bertanding di kejuaraan formula satu (F1).
“Velas adalah entitas yang menjadikan inovasi dan kinerja sebagai ciri khas produk dan layanan berteknologi maju,” ujar Manajer Umum dan Kepala Tim Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, dilansir dari Cryptopotato, Rabu (29/12/2021).
Baca Juga:Dampak Perkembangan Teknologi Digital di Era Revolusi 4.0
Di sisi lain, Farhad Shagulyamov, CEO dan Co-Founder dari Velas Network AG mengatakan bahwa mereka telah membangun blockchain generasi berikutnya untuk kinerja yang berkelanjutan.
Kian Diminati
Pesona aset kripto semakin meluas di dunia olahraga, seperti klub sepakbola dan pemain bintangnya, hingga klub basket dan dunia balap.
Para raksasa di industri ini pun terus berdatangan ke industri kripto, meski jalurnya yang berbeda seperti Nike dengan metaverse, Ferrari dengan NFT, JD.com dengan NFT dan masih banyak lagi.
Mendekatkan diri perusahaan dengan para penggemar adalah nilai jual yang tidak dapat dianggap remeh dari kehadiran kripto dan NFT. Sehingga, ini diperkirakan akan terus menarik minat baru di tahun 2022 dan seterusnya.
Baca Juga:Pelatihan Ekonomi Digital di 2022 Ditargetkan Diikuti oleh 200.000 Peserta