Muzamil juga membantah pernyataan pihak-pihak terkait yang mengaku tidak tahu rencana Musda V Demokrat Riau. Pasalnya, DPP Demokrat sudah berkali-kali menyurati. Bahkan hingga ke tingkat para Ketua DPC se-Riau. Bahkan, pelaksanaan Musda V ini sampai dimundurkan tiga kali.
Lanjut Muzamil, Musda V Demokrat Riau adalah ajang untuk melaksanakan konsolidasi di tingkat daerah dalam rangka Pemilu 2024. Setelah MusdaDemokrat Riau, selanjutnya akan dilakukan Musyawarah Cabang di tingkat DPC, kemudian musyarawah di tingkat pengurus ranting.
Meskipun demikian, Muzamil menegaskan bahwa Ketum AHY berpesan agar pelaksanaan Musda senantiasa dijiwai oleh semangat rekonsiliasi.
“Kami tidak mau dipecah belah. Musda Riau bukan yang pertama. Seluruh Indonesia telah melaksanakan Musda, 23 Musda termasuk Riau. Dan Ketum AHY menghimbau agar pelaksanaan Musda ada roh rekonsiliasi sebagaimana yang dicontohkan DPD Aceh.”
Terkait, Ketua DPC Demokrat Rokan Hulu, Kelmi Amri, menegaskan bahwa pelaksanaan Musda V Demokrat Riau sudah sesuai dengan AD/ART dan PO Demokrat.
“Itikad baik dari DPP juga tampak dengan melakukan komunikasi-komunikasi dengan pengurus demisioner kan sudah dilakukan beberapa kali. Agar semangat dan pelaksanan Musda ini bisa berjalan dengan baik. Dalam perjalanannya ada perbedaan dan silang pendapat menurut kami itu biasa dan tidak perlu mendapat respon yang berlebihan. Hari ini kami yakini Partai Demokrat solid, kami siap bekerja untuk konsolidasi dan pemenangan Pemilu 2024,” pungkas Kelmi.
Hal senada dikatakan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Siak, Syamsurizal Budi mengatakan pelaksanaan musda sudah sesuai dengan mekanisme partai.
"Mekanisme partai sudah berjalan sesuai dgn AD/ART, PO, JUKLAK JUKNIS partai, penyelenggaraan musda, muscab, musancab dan ranting dipercepat sudah disampaikan saat rapimnas dengan DPP dihadiri ketua DPD Dan ketua DPC berapa bulan yang lalu dengan zoom, untuk persiapan tahapan pileg 2024 yg mulai verifikasi semua partai di tahun 2022," tutur Budi.
Kontributor : Alfat Handri