facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ampas Kopi Dikembangkan Jadi Material Baterai Kendaraan Listrik

Eko Faizin Kamis, 04 November 2021 | 11:41 WIB

Ampas Kopi Dikembangkan Jadi Material Baterai Kendaraan Listrik
Ilustrasi ampas kopi. [Pixabay/Elias Shariff Falla Mardini]

Ternyata ampas kopi dapat diolah menjadi grafen untuk meningkatkan konduktivitas LTO pada baterai Lithium-Ion.

SuaraRiau.id - Limbah ampas kopi sedang dikembangkan menjadi material baterai lithium ion untuk kendaraan listrik.

Inovasi pemanfaatan ampas kopi sebagai material baterai itu dilakukan Tim Peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI).

Ketua Tim Peneliti FTUI, Ir Bambang Priyono MT mengungkapkan bahwa ide tersebut lantaran banyaknya sampah dari kopi yang tidak dipakai.

"Ide pemanfaatan limbah ampas kopi untuk baterai Lithium Ion berawal saat tim peneliti melihat banyaknya sampah dari kopi yang tidak dimanfaatkan," ujar Bambang Priyono dikutip dari Antara, Kamis (4/11/2021).

Dikatakannya setelah dikaji, ternyata ampas kopi dapat diolah menjadi grafen untuk meningkatkan konduktivitas LTO pada baterai Lithium-Ion.

Pada limbah ampas kopi, kami temukan kandungan partikel-partikel yang dapat menghasilkan nano partikel dengan kondisi surface area yang baik.

"Semakin baik kondisi kondisi surface area, semakin banyak ion masuk yang dapat menghasilkan tenaga yang lebih bagus juga," ujar Bambang menjelaskan terkait ide pemanfaatan limbah ampas kopi.

Material penyusun baterai yang dikembangkan terbuat dari limbah ampas kopi yang diolah menjadi grafen dan limbah batok kelapa yang diolah menjadi karbon aktif untuk ditambahkan pada material aktif anoda.

"Inovasi ini mampu membuat baterai yang dihasilkan memiliki bobot lebih ringan dan waktu pengisian daya yang lebih cepat " katanya.

Ketua Tim Peneliti Baterai Lithium-Ion FTUI, Prof Dr Ir Anne Zulfia Syahrial, M.Sc. menjelaskan LTO tidak rentan mengalami short circuit (korsleting) pada saat proses charging (pengisian electron).

Komentar

Berita Terkait