alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakar Angkat Bicara Terkait Maraknya Pencurian CPO di Dumai

Eko Faizin Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:30 WIB

Pakar Angkat Bicara Terkait Maraknya Pencurian CPO di Dumai
Sebuah gudang yang diduga sebagai tempat penampungan minyak kelapa sawit (CPO) ilegal di Jalan Tuanku Tambusai Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. [ANTARA/Aswaddi Hamid/21]

Hendro mencontohkan masih maraknya praktik mafia pencurian CPO di Kota Dumai.

SuaraRiau.id - Pencurian minyak sawit mentah (CPO) marak terjadi di Dumai dan beberapa wilayah lainnya di Riau. Hal ini tentunya merugikan daerah.

Pakar Ekonomi Universitas Riau Dr Hendro Ekwarso MSi meminta pemimpin daerah seperti Gubernur Riau Syamsuar, Kapolda, Komandan Lanal Dumai, Danrem dan pimpinan Bea Cukai harus campur tangan untuk menghentikan praktik mafia pencurian CPO terutama di Dumai.

"Praktik pencurian CPO di Riau sudah cukup lama, bahkan makin marak saat pandemi Covid-19 melanda Riau. Sedangkan dampak dari praktik mafia pencurian CPO ini cukup besar. Selain kerugian penerimaan pajak juga citra Indonesia pada perdagangan internasional menjadi buruk karena kualitas CPO tercemar," kata Hendro dikutip dari Antara di Pekanbaru.

Hendro mencontohkan masih maraknya praktik mafia pencurian CPO di Kota Dumai. Pertama berawal dari kasus simbiosis mutualisme lantaran ada pihak yang saling terkait dan membutuhkan satu sama lain.

Tidak mungkin kasus pencurian CPO ini akan berdiri sendiri atau hanya sampai ke tangan sopir saja.

Hendro menuturkan jika tidak ada penampung CPO ilegal, lalu sopir mau jual kemana CPO itu? Katakan ada penadah dan jika aparat mau bekerja serius maka penadah bisa ditangkap cukup banyak sekaligus menutup peluang terjadinya pencurian komoditas non migas itu.

"Peluang pencurian CPO cukup besar mulai dari CPO berangkat dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menuju titik kumpul Dumai cukup besar, sebab jarak antarpabrik dengan Pelabuhan Dumai cukup jauh dan waktunya cukup lama. Karena ada ruang, ada jarak, ada kesempatan kemudian ditambah ada dukungan dari pihak lain di luar sopir," katanya.

Ironisnya aparat penegak hukum masih belum serius bekerja. Dan ketika pers ingin mengonfirmasi kasus pencurian CPO ilegal itu, justru terkesan tertutup, ini keliru. Apakah mereka takut salah bicara?

Seperti saat Antara mengonfirmasi ke Kapolres Dumai dan Danlanal Dumai, terkait apa tindakan mereka ke depan terhadap mafia praktik pencurian CPO itu, justru mereka belum bersedia.

Sebab, dua institusi ini sangat berperan penting apalagi kegiatan mafia pencurian CPO saat lewat menuju tempat pembongkaran di sekitar Sungai Dumai dan di sekitar pantai tidak jauh dari Pos Penjagaan. Mereka bahkan harus melewatinya seperti di sungai tersebut.

Komentar

Berita Terkait