alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemilik Kanal YouTube Aktual TV Ditangkap, Polisi: Tak Terdaftar Dewan Pers

Eko Faizin Jum'at, 15 Oktober 2021 | 19:24 WIB

Pemilik Kanal YouTube Aktual TV Ditangkap, Polisi: Tak Terdaftar Dewan Pers
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kedua kiri) memberikan keterangan mengenai penangkapan direktur BSTV atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/10/2021). [ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat]

Yusri menyebut, ketiganya ditangkap pada Agustus 2021 di wilayah Bondowoso, Jawa Timur.

SuaraRiau.id - Seorang direktur TV ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Tersangka diamankan terkait dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks melalui kanal YouTube miliknya.

Diketahui, tersangka berinisial AZ itu merupakan Direktur PT Bondowoso Salam Visual Nusantara. Polisi juga menangkap dua orang lainnya yang masing-masing berinisial M dan AF.

"Tiga orang tersangka yang sudah kita proses, kita amankan sekarang, karena menyebarkan berita bohong," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dikutip dari Antara, Jumat (15/10/2021).

Yusri menyebut, ketiganya ditangkap pada Agustus 2021 di wilayah Bondowoso, Jawa Timur.

Adapun peran AZ adalah sebagai pemilik kanal YouTube Aktual TV yang mempunyai ide dan mengarahkan dan menyortir hasil suntingan konten yang akan diunggah di kanal Aktual TV.

Tersangka kedua, yakni M yang berperan mengelola kanal YouTube Aktual TV, melakukan editing, konten kreator serta mengunggah konten.

Tersangka ketiga adalah AF yang berperan sebagai pengisi suara atau narator konten hoaks yang diunggah di akun aktual TV.

Yusri juga menegaskan bahwa penangkapan AZ tidak terkait dengan profesinya di Bondowoso Salam Visual Nusantara (BSTV).

Penangkapan AZ murni terkait dengan konten hoaks yang dibuat dan disebarkan tersangka.

"Ada konten yang dibuat di YouTube namanya Aktual TV. Ini tidak terdaftar di Dewan Pers," terang Yusri.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 14 Ayat 1 ayat 2, Juncto Pasal 28 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.

Saat ini berkas ketiga tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan dalam waktu dekat pihak kepolisian akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada pihak kejaksaan untuk disidangkan. (Antara)

Komentar

Berita Terkait