alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Aturan Baru Wajibkan Semua Ponsel Pakai Charger USB-C, Apple Terimbas

Riki Chandra Sabtu, 25 September 2021 | 14:15 WIB

Aturan Baru Wajibkan Semua Ponsel Pakai Charger USB-C, Apple Terimbas
Ilustrasi USB-C. [Denys Vitali/Pixabay]

Secara tidak langsung Komisi Eropa memaksa Apple mengganti charger lightning yang selama ini digunakan untuk ponsel populer mereka, iPhone.

SuaraRiau.id - Komisi Eropa mengusulkan peraturan baru. Mereka memaksa produsen elektronik menggunakan USB-C sebagai port pengisi daya (charger) untuk ponsel, tablet, laptop, kamera, headphone, hingga konsol game genggam.

Dengan aturan itu, secara tidak langsung Komisi Eropa memaksa Apple mengganti charger lightning yang selama ini digunakan untuk ponsel populer mereka, iPhone.

Mengutip Suara.com, aturan baru Komisi Eropa ini juga memerintahkan teknologi pengisi daya cepat (fast charging) menjadi sama rata untuk semua brand elektronik.

Ini akan berdampak pada produsen elektronik yang seringkali membedakan kecepatan fast charging di perangkat mereka.

Baca Juga: Aturan Baru Ini Mewajibkan Semua Ponsel Gunakan Charger USB-C, Bagaimana Nasib iPhone?

Bahkan, Komisi Eropa berencana memaksa produsen berhenti menggabungkan charger dalam kotak perangkat elektronik baru yang dirilis.

Mereka juga memastikan konsumen di Eropa agar bisa memperoleh charger dengan kecepatan yang sama untuk semua perangkat miliknya.

Margrethe Vestager selaku Executive Vice-president for a Europe fit for the Digital Age menyatakan, konsumen di Eropa cukup lama frustrasi karena banyaknya charger yang tidak kompatibel menumpuk di laci mereka.

"Kami memberi banyak waktu kepada industri untuk menyelesaikannya, sekarang waktunya sudah tepat untuk tindakan legislatif demi charger yang bisa digunakan di semua perangkat," ujarnya, dikutip dari Android Central, Jumat (24/9/2021).

Setelah aturan berlaku, ini bisa membantu mengurangi limbah elektronik hingga 1.000 ton per tahun.

Baca Juga: iPhone Baru Bocor, Tim Cook Kejar Pelakunya!

Komisi Eropa juga mengklaim upaya ini memungkinkan konsumen hemat 250 juta euro atau Rp 4,1 triliun per tahun dari pembelian charger.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait