alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wanita Kesurupan saat Vaksinasi, Kades: Makhluk di Tubuhnya Tak Mau Divaksin

Eko Faizin Senin, 02 Agustus 2021 | 16:40 WIB

Wanita Kesurupan saat Vaksinasi, Kades: Makhluk di Tubuhnya Tak Mau Divaksin
Ilustrasi kesurupan. [Ist]

Awalnya menurut Kades warganya itu sempat datang dan mau untuk menjalankan program vaksin gratis tersebut.

SuaraRiau.id - Vaksinasi Covid-19 ternyata memunculkan banyak cerita tersendiri bagi masyarakat. Mulai dari antrean, takut disuntik bahkan reaksi akibat divaksin.

Baru-baru ini, seorang warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kesurupan saat akan divaksin Covid-19 oleh petugas pada Jumat (30/7/2021).

"Iya benar itu warga saya, dan sebelumnya juga sudah kita ingatkan petugas Puskesmas bahwa di tubuh warga saya itu ada makhluk halus, dianya mau divaksin tetapi makhluk yang ada di dalam tubuhnya tidak mau divaksin, saya selaku Kades tentu mengetahui kondisi warga saya dan kejadian seperti itu pernah terjadi sebelumnya," kata Kepala Desa Batu Berian, Meriadi dilansir dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Senin (2/8/2021).

Meski demikian, Meriadi mengaku tidak mengetahui dan melihat langsung. Tapi, ia memastikan hal itu memang benar terjadi di Desa Batu Berian.

"Saat kejadian saya berada di dalam kantor, seperti apa persisnya saya tidak tahu banyak, tetapi saya mendengar dan mengetahui kalau ada kejadian itu," ungkapnya.

Awalnya menurut Kades warganya itu sempat datang dan mau untuk menjalankan program vaksin gratis tersebut.

"Pada saat ia datang kondisi baik-baik saja, namun setelah di dalam (gedung pertemuan desa tempat dilakukan vaksin-Red) saya tidak mengetahui persis, saya juga tidak melihat langsung," ungkap dia.

Atas kejadian tersebut, Kades juga menyampaikan bahwa sebelumnya ia telah memberikan saran agar petugas vaksin mempertimbangkan hal tersebut.

"Sudah saya sampaikan, namun pihak kesehatan ingin memeriksa terlebih dahulu sebelum dilakukan vaksin, mungkin pihak kesehatan lebih mengetahui hal tersebut," sebut Meriadi.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan pada dasarnya semua warga ingin dan mau mengikuti program vaksin, namun ada hal tertentu yang membuat warga tidak bisa divaksin.

Komentar

Berita Terkait