Mbah Slamet, Masinis Tragedi Bintaro yang Kini Jualan Rokok buat Sambung Hidup

Kecelakaan kereta api tersebut bermula dari kesalahpahaman kepala stasiun Serpong yang memberangkatkan KA 225 dengan tujuan Jakarta Kota.

Eko Faizin
Jum'at, 30 Juli 2021 | 10:05 WIB
Mbah Slamet, Masinis Tragedi Bintaro yang Kini Jualan Rokok buat Sambung Hidup
Slamet Suradio, masinis Tragedi Bintaro 1987. [YouTube Kisah Tanah Jawa]

SuaraRiau.id - Tragedi Bintaro 1987 menyimpan cerita memilukan bagi masyarakat. Peristiwa tabrakan kereta api ini merupakan kecelakaan maut dan terburuk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia.

Dalam kecelakaan maut yang terjadi puluhan tahun itu, tepatnya 19 Oktober 1987, sebanyak 156 orang meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan kereta api tersebut bermula dari kesalahpahaman kepala stasiun Serpong yang memberangkatkan KA 225 dengan tujuan Jakarta Kota.

Kala itu, tiga jalur kereta yang berada di stasiun Sudimara penuh akibat kedatangan KA 225.

Namun, disisi lain KA 220 yang berada di stasiun Kebayoran juga diberangkatkan tanpa adanya komunikasi yang baik dengan stasiun Sudimara.

Tetapi, kereta api ini berada di jalur sebaliknya yang mengarah ke Sudimara. Kondisi ini memaksa juru langsir di Sudimara harus segera memindahkan lokomotif KA 225 menuju jalur tiga.

Sementara, masinis tidak dapat melihat semboyan dari juru langsir karena sedang ramainya jalur kereta.

Hingga pada akhirnya KA 225 yang membawa 7 gerbong saling bertubrukan dengan KA 220 di Desa Pondok Betung pukul 06.45 WIB.

Berdasarkan peristiwa kecelakaan ini, masinis KA 225 Slamet Suradio disalahkan karena dianggap lalai hingga menjatuhkan banyak korban jiwa atas tragedi kecelakaan kereta api ini.

Slamet mendapat hukuman 5 tahun penjara di Lapas Cipinang dan bebas pada tahun 1993. Namun, setelah menjalani hukuman dan dinyatakan bebas, kehidupan Slamet tidaklah mudah.

Tak hanya dipecat dari jabatannya sebagai masinis pada tahun 1994, bahkan Nomor Induk Pegawai Perkereta apiannya dicabut pada 1996 oleh Departemen Perhubungan Indonesia.

Slamet juga dipaksa untuk menandatangani surat pengakuan bahwa ia tetap menjalankan kereta tanpa intruksi dari PPKA.

Slamet menolak ajuan yang terus menghampirinya, namun ia justru mendapatkan ancaman dari pihak kepolisian.

Dilansir dari akun YouTube Kisah Tanah Jawa, Slamet menegaskan bahwa ia mengatakan berangkat sendiri itu bohong.

“Jadi kalau ada orang mengatakan berangkat sendiri itu bohong, apa untungnya saya memberangkatkan kereta sendiri,” ujar pria kelahiran tahun 1939 tersebut dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini