alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rizal Ramli Minta Jokowi Hentikan BuzzeRp, Ferdinand: Kacamatamu Terlalu Rabun

Eko Faizin Jum'at, 23 Juli 2021 | 08:46 WIB

Rizal Ramli Minta Jokowi Hentikan BuzzeRp, Ferdinand: Kacamatamu Terlalu Rabun
Rizal Ramli dalam Tayangan Fadli Zon. [YouTube Fadli Zon Official]

Sebelumnya, Rizal Ramli menyinggung soal buzzeRp dan influenceRp yang selalu membela Presiden Jokowi.

SuaraRiau.id - Mantan menteri dan ekonom senior, Rizal Ramli dikenal kerap berseberangan dengan pemerintahan Presiden Jokowi.

Baru-baru ini, Rizal Ramli meminta Jokowi untuk menghentikan para buzzer berbayar atau yang dikenal dengan buzzeRp.

Menanggapi hal tersebut, pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean yang dikenal sering membela pemerintah itupun mengomentari aksi Rizal Ramli.

Ferdinand Hutahaean mengaku tak habis pikir dengan Rizal Ramli yang narasinya selalu soal buzzer.

“Entah apa yang ada dalam pikiran Rizal Ramli ini. Bozzar bazer buzer saja yang diomongin,” cuit Ferdinand di Twitter pada Kamis (22/7/2021) dilansir Terkini.id--jaringan Suara.com.

Ia menilai bahwa tak mungkin Presiden Jokowi menghentikan pendukungnya yang bekerja membela pemerintah secara sukarela.

“Kacamatamu terlalu rabun untuk melihat kenyataan secara sempurna. Ini demokrasi bung, buka kau yang boleh bicara!” kata Ferdinand.

Sebelumnya, Rizal Ramli menyinggung soal buzzeRp dan influenceRp yang selalu membela Presiden Jokowi.

“Kalau Jokowi tulus ingin persatuan dan gotong royong, hentikan dulu permainan BuzzeRp sampah demokrasi itu,” katanya melalui akun Twitter RamliRizal pada Kamis, 22 Juli 2021.

Menurut Rizal, jika Jokowi tak menghentikan para buzzer, maka seruan-seruannya soal persatuan hanyalah kepalsuan dan pencitraan semata.

Rizal juga mengatakan bahwa dirinya sudah kenyang dengan label-label yang diberikan para BuzzeRp dan InfluenceRp.

Ia menyebutkan beberapa hal yang sering disematkan kepadanya, yakni nyinyir, pecatan, sakit hati, tua bangke, belajar dulu ngomong R, belum bisa move on, dan tidak ada prestasi.

Akan tetapi, para buzzer yang menurut Rizal dibayar itu tidak bisa membaca dan membantah data, fakta, analisa, prediksi, dan saran yang ia berikan kepada pemerintah.

Komentar

Berita Terkait