facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Geger Petani di Riau Tewas Mengenaskan Diterkam Kawanan Harimau

Eko Faizin Kamis, 01 Juli 2021 | 10:29 WIB

Geger Petani di Riau Tewas Mengenaskan Diterkam Kawanan Harimau
Ilustrasi Jejak Harimau Sumatera ditemukan di dekat lokasi kerbau warga Kabupaten Agam mati. [Dok.Covesia.com]

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, Samino ternyata diterkam lebih dari dua ekor harimau sumatera.

SuaraRiau.id - Seorang petani di Kota Dumai ditemukan tewas mengenaskan. Korban sebelumnya pergi berkebun pada 25 Juni, namun tak kunjung pulang.

Pihak keluarga dibantu perangkat desa lalu mencarinya dan pada Selasa 29 Juni 2021 korban ditemukan pada dalam kondisi mengenaskan dan anggota tubuh tidak lengkap.

Warga bernama Samino itu tewas diduga diterkam harimau di kebun sawit. Ia warga di Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sei Sembilan, Dumai.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, Samino ternyata diterkam lebih dari dua ekor harimau sumatera.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengatakan bahwa dari hasil identifikasi tim di lokasi, banyak ditemukan jejak harimau berukuran besar dan kecil. Samino diduga diterkam ibu dan anak harimau.

Seorang petani di Dumai, Riau ditemukan tewas, diduga diterkam harimau. [Ist]
Seorang petani di Dumai, Riau ditemukan tewas, diduga diterkam harimau. [Ist]

“Lebih dari dua individu, karena banyak ditemukan tapak kaki (harimau) di sekitar lokasi ditemukannya mayat, ada tapak berukuran besar dan kecil, kemungkinan indukan dan anaknya,” ujar Suharyono dilansir dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (1/6/2021).

Suharyono menambahkan, hingga kini harimau yang menerkam Samino belum teridentifikasi, tapi tim sudah memasang sejumlah kamera trap di lokasi kejadian untuk memantau pergerakan harimau.

“Kami melakukan pemasangan kamera trap di lapangan untuk identifikasi dan orientasi di lapangan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa lokasi ditemukannya mayat tersebut merupakan habitat dari Harimau Sumatera.

“Di wilayah itu merupakan lanskap Senepis yang meruapakan wilayah prioritas untuk habitat harimau,” jelas Suharyono.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait