alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pernah Jadi Pengagum Zakir Naik, Ustaz Arrazy Hasyim: Dia Bukan Ulama

Eko Faizin Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:45 WIB

Pernah Jadi Pengagum Zakir Naik, Ustaz Arrazy Hasyim: Dia Bukan Ulama
Ustaz Arrazy Hasyim. [YouTube /At-Tirfasy Channel]

Namun, Ustaz Arrazy Hasyim menyebut tokoh muslim tersohor itu bukanlah seorang ulama melainkan hanya seorang pembaca serius.

SuaraRiau.id - Dr Zakir Naik dikenal sebagai sosok penceramah yang dikenal dunia. Ia kerap keliling dunia untuk menyampaikan ilmunya tentang perbandingan agama.

Namun, Ustaz Arrazy Hasyim menyebut tokoh muslim tersohor itu bukanlah seorang ulama melainkan hanya seorang pembaca serius.

“Dia (Zakir Naik) bukan ulama, harus diingat. Dia hanya pembaca yang rajin. Hapalannya sama bagus dengan ustaz di Indonesia,” ujar Ustaz Arrazy Hasyim dikutip dart Terkini.id--jaringan Suara.com, Sabtu (12/6/2021).

Ustaz Arrazy Hasyim menyampaikan pernyataannya itu dalam video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube YH, seperti dilihat pada Jumat 11 Juni 2021.

Di video berjudul ‘Pemikiran Dr Zakir Naik’ yang tayang pada satu tahun silam tersebut, Arrazy Hasyim mengakui bahwa dulunya ia merupakan penggemar Dr Zakir Naik.

Tetapi, usai dirinya mempelajari ilmu perbandingan mazhab agama ia pun menemukan bahwa tak ada satupun dari pemikiran Zakir Naik yang sesuai dengan metodologi dalam ilmu tersebut.

“Di awal-awal belajar Islam saya termasuk pengagum Dr Zakir Naik. Tapi setelah kemudian saya belajar ilmu perbandingan agama-agama mazhab. Pemikiran, mohon maaf, Zakir Naik tak satupun sesuai dengan metodologi yang telah ada dalam ilmu ini,” cerita Arrazy.

Penilaiannya, Zakir Naik sebenarnya terinspirasi oleh Ahmad Dedak. Namun, kata Arrazy, Ahmad Dedak tak sekeras Zakir yang berani membuat tafsir sendiri. Ia pun menilai hal itu sangatlah berbahaya.

“Ternyata beliau terinspirasi oleh Ahmad Dedak. Tapi Ahmad Dedak tidak sekeras dia. Kenapa? Dia berani bawa kitab-kita Weda, Bibel dengan serampangan lalu dia buat tafsir sendiri, nah ini yang berbahaya,” ungkap Arrazy Hasyim.

Arrazy mengungkapkan bahwa dalam Islam maupun agama lain sudah ada pihak lembaga otoritas yang berhak dan berwenang menafsirkan kitab suci.

Komentar

Berita Terkait