Bicara Pancasila & Agama, Din Syamsuddin Bandingkan Jokowi sama Era Soeharto

Din Syamsuddin menilai, Soeharto mampu menghidupkan nilai-nilai agama di tubuh Pancasila.

Eko Faizin
Kamis, 10 Juni 2021 | 09:19 WIB
Bicara Pancasila & Agama, Din Syamsuddin Bandingkan Jokowi sama Era Soeharto
Ketua Umum MUI Din Syamsuddin. [suara.com/ Adrian Mahakam]

SuaraRiau.id - Tokoh nasional Din Syamsuddin kembali menyinggung soal kepemimpinan era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, era presiden sekarang hendak memisahkan Pancasila dari agama.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu bahkan membandingkan bahwa Soeharto jauh lebih baik dibandingkan Jokowi.

Din Syamsuddin menilai, Soeharto mampu menghidupkan nilai-nilai agama di tubuh Pancasila. Sehingga, keduanya berjalan selaras dan beriringan.

“Yang paling penting adalah Pak Harto mendudukan Pancasila dan agama secara proporsional. Agama menyatu dengan Pancasila. Pancasila menyatu dengan agama. Tidak membenturkannya dan apalagi menyapihnya,” ujar Din Syamsuddin dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Kamis (10/6/2021).

Din menganggap pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi justru ingin memisahkan Pancasila dan agama.

Lantaran hal itu, ia meyakini Indonesia jauh lebih baik saat berada di bawah kuasa Soeharto.

“Sekarang ini yang berbahaya adalah ingin memisahkan Pancasila dari agama. Tidak mungkin negara Pancasila akan menghapus agama. Maka kita akan mengenang kebaikan-kebaikan Pak Harto,” ungkapnya.

Selain itu, Din Syamsuddin mengatakan saat RI berada di bawah kepemimpinan Soeharto Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan di tengah keberagaman.

“Era ini, pembangunan terlalu difokuskan pada infrastruktur fisik. Sementara nonfisik terabaikan. Era Soeharto agama sangat di ke depankan. Termasuk kerukunan antarumat beragama. Bahkan ada kecenderungan merajut sebagai pencipta solidaritas,” tuturnya.

Tak hanya pemerintahan saat ini, Din Syamsuddin juga membandingkan era Soeharto dengan kepemimpinan presiden sebelum Jokowi. Dia mengatakan, kerukunan antarumat kurang terjaga, sehingga sering terjadi perpecahan di mana-mana.

“Nah ini yang kurang dilakukan pemimpin setelahnya. Yang bahkan mendorong terjadinya perpecahan di kalangan umat beragama bahkan dalam satu agama,” sebut salah satu tokoh Muhammadiyah itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini